Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara resmi menyerahkan daftar sementara berisi 55 pemain kepada FIFA pada Senin, 11 Mei 2026, sebagai persiapan menjelang putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Langkah ini menjadi fase krusial bagi The Three Lions yang mengincar gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sukses menyapu bersih laga kualifikasi dengan rekor sempurna.
Melansir laporan Goal, daftar tersebut mencakup nama-nama kejutan seperti bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold yang sempat terpinggirkan, serta kembalinya bek sayap Manchester United, Luke Shaw. Selain itu, striker veteran Brighton Danny Welbeck dan gelandang muda Bournemouth Alex Scott turut masuk dalam pertimbangan Tuchel untuk memperkuat kedalaman skuad.
Kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang mencatatkan musim produktif bersama Bayern Munchen dengan 58 gol, dipastikan memimpin armada ini guna menebus kegagalan pada edisi sebelumnya di Qatar. Penyerang berusia 32 tahun tersebut menegaskan bahwa pengalaman pahit di masa lalu telah membentuk mentalitasnya menjadi lebih kuat.
"Secara pribadi, itu adalah momen paling sulit dalam karier saya," kata Kane dikutip dari laman FIFA.
Penyerang yang kini mengoleksi 78 gol internasional tersebut menjelaskan bahwa proses bangkit dari kegagalan eksekusi penalti melawan Prancis pada 2022 adalah titik balik yang penting. Ia merasa transformasi mental tersebut meningkatkan kualitas permainannya secara keseluruhan.
"Tentu saja, saya harus benar-benar kuat secara mental untuk melaluinya, dan saya berhasil. Pada akhirnya saya merasa hal itu membuat saya jadi pemain yang lebih baik," ujar Kane menambahkan.
Kane juga memberikan dorongan kepada rekan-rekan setimnya, terutama pemain muda, agar tidak terbebani oleh ekspektasi tinggi publik Inggris. Ia menekankan pentingnya menikmati setiap detik kompetisi sebagai pencapaian impian profesional.
"Intinya, inilah impian Anda sejak kecil, dan saya rasa terkadang mudah untuk sampai di sini [Piala Dunia] dan kemudian takut kesempatan itu gagal. Namun, itu bagian dari kehidupan," tutur Kane.
Baginya, rutinitas latihan harian yang berat bertujuan untuk mencapai panggung besar seperti Piala Dunia. Ia memandang turnamen ini sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan terbaik di bawah tekanan global.
"Inilah yang kita perjuangkan. Itulah mengapa kita berada di lapangan dan berlatih setiap hari, untuk mendapat kesempatan seperti ini dan membuktikan diri di momen tersebut," tutur Kane.
Menghadapi turnamen yang akan berlangsung selama delapan minggu, Kane berkomitmen untuk membimbing para pemain yang lebih muda agar bisa tampil tanpa rasa takut. Ia menyadari bahwa kesempatan bermain di turnamen besar sangat terbatas dalam karier seorang atlet.
"Ini jelas lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi di situlah mungkin pemain berpengalaman seperti saya dapat membantu beberapa pemain muda untuk merasa bebas. Akhirnya, ini adalah karier yang pendek, dan kamu tidak mendapatkan kesempatan bermain di banyak turnamen besar, jadi mengapa menyia-nyiakannya dengan rasa takut? Pergi saja ke sana dan ekspresikan dirimu," kata Kane.
Ambisi Kane untuk meraih trofi diakui semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Ia melihat antusiasme terhadap Piala Dunia kali ini jauh lebih besar karena pemahamannya yang lebih dalam tentang arti kompetisi tersebut bagi negara.
"Bagi saya, Piala Dunia adalah puncak dari karier pemain sepak bola profesional. Ini akan menjadi yang ketiga bagi saya, dan kegembiraannya hampir semakin kuat karena kamu tahu betapa berartinya hal itu," ujar Kane.
Meski memiliki semangat tinggi, Kane mengakui bahwa jalan menuju gelar juara tidak akan mudah bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Ia menyamakan tantangan tersebut dengan mendaki sebuah gunung yang sangat besar.
"Sudah lama sekali [sejak Inggris memenangkan Piala Dunia] dan saya tahu betapa setiap penggemar Inggris mendambakan Inggris untuk menang. Kita semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu, dan mengukuhkan nama kita dalam sejarah itu, tetapi kita juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk sampai ke sana," ucap Kane.
Terkait masa depan jangka panjangnya, Kane sempat menyinggung kekagumannya terhadap atlet NFL Tom Brady dalam hal menjaga kebugaran fisik. Namun, ia belum ingin fokus pada kemungkinan pindah cabang olahraga sebagai penendang American Football setelah pensiun nanti.
"Itu adalah sesuatu yang sulit bahkan untuk dipikirkan. Itu akan menjadi jembatan yang harus diseberangi ketika kita sampai di sana, saya rasa, karena masih ada jalan panjang yang harus dijalankan," tutur Kane.
Di bawah arahan Tuchel, Inggris kini mengedepankan taktik disiplin tinggi dan kebersamaan tim yang solid. Sang kapten mengungkapkan bahwa sang manajer sangat mementingkan ikatan persaudaraan antar pemain selama periode turnamen.
"Hal baik yang telah kami bangun dari waktu ke waktu, bahkan sebelum bos ada di sini, adalah kebersamaan itu. Thomas sangat menekankan hal itu sejak dia datang," ujar Kane.
Menurut Kane, koneksi emosional antar pemain menjadi faktor penentu kesuksesan selain strategi teknis di lapangan hijau. Ia percaya bahwa kekompakan skuad selama delapan minggu masa kompetisi adalah kunci utama.
"Tentu saja, kamu punya taktik dan sisi sepak bolanya, tetapi ketika kamu pergi bersama rekan setim selama delapan minggu, ini banyak tentang bagaimana kamu terhubung dan persaudaraan yang kamu miliki," kata Kane.
Thomas Tuchel dijadwalkan akan merampingkan daftar ini menjadi 26 pemain final pada Jumat, 22 Mei 2026. Skuad terpilih kemudian akan menjalani pemusatan latihan intensif sebelum bertolak menuju Amerika Utara untuk memulai laga di Grup L melawan Kroasia, Ghana, dan Panama.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·