Tiga Pemain Muda Newcastle Jets Siap Hadapi Sydney FC

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tiga pemain muda lulusan akademi Newcastle Jets bersiap melakoni pertandingan penentu leg kedua semifinal Isuzu UTE A-League melawan Sydney FC di Stadion McDonald Jones pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Pertandingan krusial tersebut diprediksi akan dipadati oleh lebih dari 23.000 penonton setelah pada leg pertama di Allianz Stadium kedua tim bermain imbang 1-1.

Kehadiran Alex Nunes, Max Cooper, dan Will Dobson di skuad utama musim ini berhasil membawa Newcastle Jets meraih trofi Premiers Plate sekaligus mengamankan tiket fase gugur untuk pertama kalinya dalam delapan musim terakhir. Kelompok suporter aktif bernama Squadron juga bersiap memberikan dukungan moral penuh di tribun stadion.

Gelandang Newcastle Jets, Alex Nunes, mengingat betul bagaimana atmosfer luar biasa di Stadion McDonald Jones yang membakar semangatnya untuk menjadi bagian dari tim utama sejak kecil.

"As a kid growing up in Newcastle, those are memories you never forget. The semi-final against Melbourne City was unreal, but the grand final (against Melbourne Victory) was probably the loudest I’ve ever heard McDonald Jones Stadium." kata Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.

Pemain berusia 19 tahun ini mencatatkan kemajuan pesat di bawah arahan pelatih Mark Milligan dengan tampil sebanyak 12 kali di semua kompetisi musim ini, setelah hanya bermain satu kali pada musim lalu.

"As a young kid, those are the sort of moments that make you dream about one day pulling on the jersey yourself." kata Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.

Nunes sukses mencetak gol di semifinal Piala Australia melawan Avondale serta menyumbang asis untuk gol Ben Gibson di laga final, yang membantunya memahami intensitas pertandingan besar.

"Those big-game experiences help a lot, especially learning how to handle the emotion and intensity when it comes to a packed out stadium." ujar Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.

Nunes menilai dukungan penuh dari tribun penonton memberikan tambahan energi serta kepercayaan diri yang besar bagi seluruh anggota tim.

"The crowd gives you energy and confidence, and I think as a group we’ve shown we can thrive in those moments." ujar Alex Nunes, Pemain Newcastle Jets.

Atmosfer luar biasa di Stadion McDonald Jones juga dirasakannya langsung oleh rekan setimnya, Will Dobson, yang baru berusia 18 tahun dan telah memainkan 30 pertandingan musim ini dengan torehan lima gol dan tiga asis.

"The atmosphere was crazy in both games, it was sold out which was awesome to experience." kata Will Dobson, Pemain Newcastle Jets.

Gambaran atmosfer menjelang laga melawan Sydney FC ini sudah didapatkan ketika mereka mengalahkan Central Coast Mariners dengan skor 4-0 di pekan ke-26 dihadapan 20.930 penonton.

"Playing in front of a huge crowd against the Mariners was amazing as it was a derby and we were lifting the Premiers Plate which made it extra special." kata Will Dobson, Pemain Newcastle Jets.

Pemain muda lainnya, Max Cooper, turut merasakan dampak atmosfer emosional tersebut saat masuk sebagai pemain pengganti dalam laga derbi perebutan trofi tersebut.

"The experience was unreal, (being a local boy) and having that many fans out supporting the boys to lift our first premiership trophy, as well as coming on in a derby in front of 20,000 plus was a moment I’ll never forget." ujar Max Cooper, Pemain Newcastle Jets.

Di sisi lain, pelatih Sydney FC, Patrick Kisnorbo, memberikan pembelaan bagi arsitek Newcastle Jets, Mark Milligan, yang sempat menerima kritik publik setelah menelan lima kekalahan dari tujuh pertandingan pertama musim ini.

"It’s good to see another young coach apply his trade." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Kisnorbo mengapresiasi kinerja Milligan yang sukses membawa timnya bangkit hingga menyabet gelar Premiers dan menganggap kritik di awal musim terlalu cepat diberikan.

"He’s done a great job…they’ve earned the right to be where they are." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Menurut Kisnorbo, publik terlalu cepat meragukan kapasitas Milligan di awal masa jabatannya padahal sang pelatih belum diberikan waktu yang cukup.

"What people here forget is, at the start it was difficult, people were writing him off, which for me is incredible because the coach [Milligan] hadn’t had any time." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Kerja keras dan keyakinan dinilai menjadi kunci utama Milligan dalam membalikkan situasi sulit yang dihadapi Newcastle Jets musim ini.

"He’s shown through hard work, consistency and belief what he’s done." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Mengenai persiapan timnya sendiri, Kisnorbo menegaskan bahwa skuad Sky Blues tidak boleh terlena dengan performa pada pertandingan pekan lalu dan tidak perlu instruksi berlebih untuk laga esok hari.

"I don't need to tell them about tomorrow," kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Kisnorbo menilai pertandingan besar ini akan memberikan banyak pelajaran berharga bagi perkembangan mental bertanding para pemainnya.

"They’ll learn a lot from the game tomorrow. I’m sure they’ve learned a lot, going into it." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Setelah sukses menyingkirkan Victory di Melbourne pada babak Eliminasi Final, Kisnorbo mengklaim tekanan dari suporter tuan rumah tidak akan memengaruhi fokus anak asuhnya, seperti dilansir dari harianbasis.co.

"It’s outside noise, to be honest. Crowds will always be crowds, whether you’re at home, you’re away, that’s part of the game. We just got to focus more on the football instead of the occasion." kata Patrick Kisnorbo, Pelatih Sydney FC.

Dilansir dari asatunews.co.id, jajaran pelatih Sydney FC masih mempertimbangkan opsi menit bermain yang realistis untuk pemain sayap Joe Lolley yang sangat berhasrat tampil sejak awal laga. Namun, Sydney FC dipastikan kehilangan Al-Hassan Toure yang harus absen dalam daftar susunan pemain akhir pekan ini karena masih menjalani proses pemulihan cedera.