Tiga WNI Resmi Menjadi Pengemudi Bus Pertama di Aichi Jepang

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Tiga warga negara Indonesia resmi mulai bertugas sebagai pengemudi bus asing pertama di Prefektur Aichi, Jepang, untuk perusahaan Meitetsu Bus di wilayah Toyota. Dilansir dari Detikcom, pelepasan para pengemudi tersebut dilakukan oleh Wakil Duta Besar RI untuk Jepang pada Jumat (8/5/2026).

Para pengemudi yang mencatatkan sejarah di prefektur tersebut adalah Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi. Penempatan ini merupakan hasil dari standar rekrutmen dan perlindungan tenaga kerja yang tinggi bagi pekerja asal Indonesia.

Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, memberikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus saat acara pelepasan berlangsung. Maria menegaskan pentingnya menjaga semangat dan etos kerja selama bertugas di negeri tersebut.

"Selamat saya sampaikan kepada pengemudi Indonesia. Bekerjalah dengan penuh semangat dan kehati-hatian serta tanggung jawab besar. Teman-teman pengemudi tidak hanya bekerja profesional tapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, serta karakter positif Indonesia," ujar Maria Renata Hutagalung, Wakil Duta Besar RI untuk Jepang.

Acara tersebut turut dihadiri oleh otoritas Jepang dari Biro Transportasi Chubu serta pejabat Pemerintah Kota Toyota. Kerja sama pengiriman tenaga pengemudi antara Indonesia dan Jepang ini telah diinisiasi sejak tahun 2025 untuk sektor bus dan truk logistik.

Pendiri dan Direktur LPK Japan Indonesia Driving School (JIDS), Bowo Kristianto, mengungkapkan bahwa jumlah pengemudi bus asal Indonesia terus bertambah hingga tahun 2026. Tercatat terdapat 16 pengemudi yang tersebar di Tokyu Bus, Osaka Bus, Meitetsu Bus, Hiroshima Bus, dan Fujikyu Bus.

Selain sektor transportasi umum, sebanyak 14 pengemudi truk logistik Indonesia juga telah bekerja di perusahaan seperti Kabushiki Toso, Kabushiki Fujisawa, dan Daisho Logistic. Saat ini, proses pelatihan tenaga kerja baru masih terus dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Untuk saat ini sudah dipilih dan menjalani pelatihan di JIDS ada sekitar 90 orang. Terima kasih atas dukungan dari KBRI Tokyo," kata Bowo Kristianto, Pendiri dan Direktur LPK JIDS.