Tim SAR berhasil mengevakuasi seorang penumpang wanita yang terjepit di dalam gerbong KRL setelah insiden tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Korban ditemukan dalam kondisi selamat saat petugas mulai memindahkannya dari lokasi kejadian sekitar pukul 04.15 WIB.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, proses penyelamatan dilakukan menggunakan tandu oleh petugas gabungan di lapangan. Korban yang mengenakan pakaian putih dan celana hitam tersebut segera diberikan bantuan oksigen sebelum dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Data sementara dari PT KAI mengungkapkan bahwa insiden tragis ini telah merenggut lima nyawa penumpang KRL. Selain korban meninggal, otoritas terkait mencatat masih ada beberapa orang lainnya yang terjebak di dalam rangkaian kereta saat proses evakuasi berlangsung.
"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pihak manajemen KAI juga mengonfirmasi bahwa puluhan penumpang lainnya telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian. Setidaknya sembilan rumah sakit dikerahkan untuk menangani para korban luka.
"Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS," tambahnya.
Sebagai langkah penanganan cepat, sebuah posko tanggap darurat resmi didirikan di Stasiun Bekasi untuk mengoordinasikan seluruh informasi dan tindakan penyelamatan. Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa operasional jalur hilir di Stasiun Bekasi Timur telah kembali normal sejak dini hari.
"Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·