Timnas Australia Hadapi Meksiko di Rose Bowl Jelang Piala Dunia 2026

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Tim nasional sepak bola Australia siap menantang timnas Meksiko dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, pada Sabtu waktu setempat untuk mematangkan strategi menjelang Piala Dunia 2026.

Laga pemanasan ini diprediksi bakal dihadiri oleh sekitar 70.000 hingga 75.000 suporter fanatik Meksiko, sekaligus menjadi audisi terakhir bagi skuad Socceroos sebelum pelatih Tony Popovic mengumumkan 26 pemain final pada hari Senin.

Pertandingan ini juga menandai kembalinya bek andalan Australia, Harry Souttar, yang baru pulih dari cedera robek tendon Achilles dan belum pernah tampil bersama tim nasional sejak November 2024.

"Playing Mexico a couple of years ago we knew how the atmosphere was, and how loud it was, and it's going to be very much the same tomorrow night," kata Harry Souttar, bek Australia.

Pemain bertubuh jangkung tersebut menganggap tekanan dari puluhan ribu pendukung lawan akan menjadi simulasi yang sangat berguna saat mereka bersua tim tuan rumah lainnya, Amerika Serikat, di Seattle pada fase grup Piala Dunia nanti.

"It gives us a great kind of knowledge going into the tournament, especially with our second game against the States, what it's going to be like against the home crowd," tambah Harry Souttar, bek Australia.

Souttar menegaskan bahwa fokus utama armada Socceroos saat ini adalah menerapkan rencana permainan yang sudah dilatih selama beberapa minggu terakhir demi meredam agresivitas lawan.

"So it's going to be one that's going to benefit us, and it's going to be a great game," tutur Harry Souttar, bek Australia.

Meskipun mengakui kualitas Meksiko yang diuntungkan oleh kehadiran suporter fanatiknya, mantan pemain yang absen lama ini tetap optimis timnya mampu mengatasi tekanan di lapangan.

"Obviously we know they're a good team, with a home crowd there can be that little bit of pressure, but can be an advantage as well," jelas Harry Souttar, bek Australia.

Souttar merasa kerja kerasnya selama masa pemulihan cedera panjang akhirnya terbayar lunas dengan kesempatan tampil di turnamen akbar antarnegara ini.

"From our point of view, we've just got to play our game, what we've been working with the last three, four weeks working on our game plan, and trying to quiet the crowd," ucap Harry Souttar, bek Australia.

Motivasi tinggi untuk kembali berlaga di Piala Dunia diakui menjadi pendorong utama bagi dirinya untuk segera pulih dan mencapai performa terbaiknya lagi.

"Obviously, long time out, but one that I've worked so hard to get back to," ungkap Harry Souttar, bek Australia.

Souttar menambahkan bahwa pengalaman berharga empat tahun lalu saat berlaga di Qatar memberikan suntikan semangat tambahan selama proses rehabilitasinya.

"Like four years ago (in Qatar), it made it a little bit easier knowing that I've got this kind of carrot at the end of it," ujar Harry Souttar, bek Australia.

Di sisi lain, kembalinya bek andalan tersebut disambut gembira oleh pelatih kepala Australia, Tony Popovic, yang menilai kehadirannya memberikan dampak besar bagi stabilitas lini pertahanan tim.

"This stadium is so special and the fans tomorrow and the opponent will make it feel so, so real and so close to the World Cup," kata Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Popovic menegaskan bahwa atmosfer pertandingan di Pasadena ini merupakan kehormatan besar bagi timnya untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka di atas lapangan.

"So we're honoured to be here, and we want to show how good we are tomorrow," sambung Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Mengenai status penyerang sayap Sassuolo, Cristian Volpato, yang baru saja memilih membela Australia, Popovic mengonfirmasi sang pemain belum akan melakoni debut sejak menit awal karena tim pelatih masih menyelesaikan proses administrasi dan integrasi.

"Once he made a decision that he wants to represent Australia, well, now there’s a decision that we have to make," terang Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Popovic menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan efisiensi proses intergrasi sang pemain muda ke dalam tim secara keseluruhan.

"Do we go through the process? How quick can that process be? Is it worth doing now? Putting everything together, we’ve come to the conclusion that we’ll take that process further," urai Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Meskipun demikian, Volpato tetap memiliki peluang untuk masuk ke dalam daftar susunan pemain cadangan dalam laga uji coba tersebut.

"Fortunately, that's all been ticked off. He's actually eligible to play tomorrow, which he may. He may sit on the bench and come on," papar Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Popovic juga menambahkan bahwa kondisi fisik Souttar selama menjalani pemusatan latihan di Florida dan California menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan.

"We've really seen the last probably three or four days Harry at a really, really good level, and I'm sure he will show really good signs tomorrow in the match," sebut Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Kembalinya performa terbaik Souttar membuat tim kepelatihan merasa optimistis menatap rangkaian pertandingan uji coba maupun turnamen resmi mendatang.

"So I'm delighted that he's gone through those steps, and I feel as though we're getting the Harry back that I remember back 15 months ago, where I only had him for basically one camp," puji Tony Popovic, pelatih kepala Australia.

Terlepas dari persiapan taktis, Popovic sempat memberikan pernyataan mengenai langkah berani yang diambil timnya dalam memperluas komposisi pemain selama masa persiapan.

"We took the difficult route when we qualified in June to try and expand the group as big as we could," kata Tony Popovic, Pelatih Kepala Timnas Australia.

Sementara itu, pelatih kepala timnas Meksiko, Javier Aguirre, memilih untuk bersikap rendah hati dan tidak terlalu membesar-besarkan keuntungan bermain di hadapan publik sendiri.

"There will definitely be a Mexican majority, but it's a good test for both," kata Javier Aguirre, pelatih kepala Meksiko.

Dilansir dari Fox Sports, pertandingan ini diprediksi berjalan sengit di sektor lini tengah, di mana Meksiko mengandalkan penguasaan bola dominan sedangkan Australia mengandalkan keunggulan fisik.

Kedua tim juga harus tampil pincang akibat cedera pemain, dengan Meksiko kehilangan Marcel Ruiz dan Luis Malagon, sementara Australia tampil tanpa Riley McGree serta Nicholas D’Agostino.

Berdasarkan catatan Fox Sports, Australia dipastikan bakal menurunkan Mohamed Toure dan Jackson Irvine sejak awal laga, disusul kembalinya Harry Souttar serta Mathew Leckie sebagai starter.