Timnas Indonesia U17 Takluk dari Qatar di Piala Asia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tim nasional Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 0-2 pada pertandingan lanjutan fase grup Piala Asia U17 yang berlangsung di Jeddah, Sabtu, 9 Mei, malam. Dilansir dari Medcom, kekalahan ini dipicu oleh kegagalan skuad Garuda Muda mengantisipasi transisi negatif lawan pada babak kedua.

Hasil minor tersebut menempatkan posisi Indonesia dalam tekanan setelah gagal mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol sepanjang pertandingan. Salah satu momen krusial adalah kegagalan eksekusi penalti oleh Matthew Baker yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga pada babak pertama.

Pelatih timnas U17, Kurniawan Dwi Yulianto, tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya meskipun hasil akhir tidak sesuai dengan target yang ditetapkan. Kurniawan menilai tim asuhannya menunjukkan kedisiplinan yang cukup baik saat menghadapi tekanan tim lawan.

"Secara hasil kita tahu kita kalah, tentu tidak sesuai yang kita harapkan. Tapi tetap saya mengapresiasi kerja keras dari para pemain, terutama kedisiplinan mereka di sepanjang laga," ujar Kurniawan.

Jajaran pelatih kini memiliki tugas berat untuk memulihkan kondisi psikologis para pemain sebelum melakoni pertandingan penentuan di grup B. Kurniawan mencatat setidaknya ada tiga peluang bersih yang gagal dimanfaatkan oleh barisan depan timnas pada paruh pertama pertandingan.

"Terus peluang kita juga ada, pada babak pertama ada tiga peluang dan penalti, tapi sayang belum bisa terjadi gol dan ke depannya tentu kita, coaching staff dan official, harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan mental para pemain karena masih ada sisa satu pertandingan dan segala kemungkinan masih bisa terjadi," urai Kurniawan.

Kelemahan utama timnas U17 dalam laga ini terletak pada koordinasi saat kehilangan bola yang berujung pada terciptanya dua gol untuk Qatar. Kurniawan menyoroti ketidaksiapan lini pertahanan dalam merespons serangan balik cepat lawan setelah aliran bola Indonesia terputus.

"Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita, jadi ketika kita hilang bola tim lawan mampu memanfaatkan itu dan we kurang siap dalam hal itu. Walaupun sepanjang babak pertama kita bermain cukup bagus," jelas Kurniawan.

Selanjutnya, Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada laga pamungkas grup yang akan digelar Selasa, 12 Mei. Meski Jepang merupakan lawan tangguh yang sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya, Kurniawan meminta para pemainnya untuk tetap optimistis dan meningkatkan daya juang di lapangan.

"Kita respek ke Jepang, mereka tim kuat dan sudah dipastikan lolos. Tapi seperti yang saya katakan, segala sesuatu bisa terjadi dan daya juang anak-anak bisa lebih ditingkatkan," ulas Kurniawan.

Staf pelatih dan ofisial berkomitmen untuk bekerja ekstra keras guna membangkitkan mentalitas pemain agar tidak terpuruk akibat kekalahan ini. Pertandingan melawan Jepang menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

"Itu tugas kita sebagai coaching staff dan official untuk mengembalikan mental mereka untuk tidak semakin terpuruk karena peluang masih ada, masih terbuka, dan kita berusaha untuk fight, untuk maksimal, sampai perjuangan terakhir kita," tutup Kurniawan.