Timwas Haji DPR Minta Kewaspadaan Armuzna Ditingkatkan demi Antisipasi Situasi Tak Terduga

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi berbagai potensi situasi tidak terduga menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seperti dilansir dari Cahaya.

Kepadatan jutaan jemaah dari beragam penjuru dunia dinilai menjadi tantangan utama yang memerlukan langkah antisipasi secara optimal.

Fokus pengawasan Timwas DPR meliputi kesiapan fasilitas, pengaturan pergerakan jemaah, hingga pemantauan terhadap syarikah penyedia layanan haji.

Kendati operasional haji tahun ini dinilai berjalan lancar, para petugas diminta untuk tetap siaga penuh selama fase Armuzna berlangsung.

Ketua Timwas Haji 2026 DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menerangkan bahwa seluruh rangkaian persiapan haji sejauh ini telah berjalan sesuai rencana.

“Kita memastikan semua persiapan haji ini sudah selesai dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Arafah ini karena hal-hal yang tidak terduga itu pasti saja karena beribu orang, bukan masyarakat kita saja,” kata Cucun Ahmad Syamsurijal.

Cucun berharap agar seluruh jemaah asal Indonesia dapat melangsungkan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

“Mudah-mudahan, mohon doanya dari semuanya agar semuanya berjalan lancar, tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan, dan kita berharap semua jamaah haji bisa selamat, dan semuanya diterima amal ibadahnya,” tutur Cucun Ahmad Syamsurijal.

Timwas Haji DPR turut memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas haji yang dinilai semakin profesional saat melakukan peninjauan fasilitas, termasuk kapasitas tenda serta kelayakan tempat istirahat.

Namun, dinamika di lapangan selama puncak haji tetap menuntut kesiapan yang matang dan maksimal.

Cucun memaparkan bahwa proses pengawasan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini terbagi ke dalam dua fase utama.

Fase pertama di Madinah telah resmi berakhir, dan kini pengawasan dipusatkan di Makkah menjelang tibanya puncak haji.

“Kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi,” ucap Cucun Ahmad Syamsurijal.

Dalam pelaksanaan pengawasan di Makkah, Timwas DPR mengantongi sejumlah catatan evaluasi terkait kelayakan fasilitas serta jarak pemondokan jemaah.

Catatan tersebut diproyeksikan sebagai bahan evaluasi demi perbaikan mutu pelayanan haji pada musim-musim berikutnya.

Mengenai persiapan di Armuzna, Timwas DPR mendapati adanya perubahan tata kelola, terutama dalam memperketat pengawasan terhadap syarikah atau perusahaan penyedia layanan.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi praktik manipulasi kapasitas tenda jemaah yang kerap terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.

“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” kata Cucun Ahmad Syamsurijal.

Timwas DPR juga mengapresiasi ketelitian petugas yang memeriksa fasilitas Armuzna secara mendetail, termasuk memastikan ketersediaan kasur jemaah satu per satu.

Ke depan, DPR RI berkomitmen melakukan penghitungan ulang terhadap komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji guna memacu peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah setiap tahun.