Timwas Haji DPR Siap Berangkat ke Saudi, Awasi Akomodasi-Transportasi Jemaah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jamaah calon haji menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR menggelar rapat koordinasi pada Rabu (13/5) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Rapat ini membahas persiapan jelang keberangkatan Timwas ke Arab Saudi untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang, serta Wakil Ketua Komisi VIII Abdul Wachid dan Ansori Siregar.

Cucun mengatakan Timwas Haji DPR telah melakukan persiapan, termasuk pembagian tugas pengawasan selama di Arab Saudi.

Timwas Haji 2026 dibagi menjadi dua tim. Tim I dijadwalkan berangkat pada 16–19 Mei, sedangkan Tim II pada 20–21 Mei.

"Karena saking banyaknya kita harus mengawasi mitra kita, Kementerian Haji, sebanyak 221.000 jemaah yang harus kita pastikan," kata Cucun.

Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Fokus Awasi Akomodasi hingga Transportasi

Pengawasan difokuskan pada sejumlah aspek layanan jemaah, mulai dari akomodasi hingga transportasi.

"Jadi tadi dibagi ada yang di tim mengawasi akomodasi, hotel, segala macam, apa sudah sesuai dengan hasil Panja," ujar Cucun.

Ia menambahkan, layanan katering dan transportasi juga menjadi perhatian utama, termasuk operasional bus shalawat dan terminal yang digunakan jemaah.

Antisipasi Masalah Transportasi dan Kepadatan

Jamaah calon haji berada di dalam bus Shalawat untuk menuju Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Cucun mengingatkan potensi masalah transportasi yang kerap terjadi setiap tahun.

"Kemudian juga tim transportasi, mengenai bus shalawat, kemudian terminal-terminal yang digunakan, apakah ini sudah berjalan efektif. Karena kita itu kan yang dikhawatirkan dari tahun ke tahun, jemaah kita ini menyatu dengan yang negara-negara lain," kata dia.

Ia menekankan agar tidak terjadi lagi jemaah Indonesia harus menunggu bus dalam waktu lama atau bercampur dengan jemaah negara lain.

Meninjau lokasi puncak Haji di Armuzna. Foto: Dok. MCH 2026

Pengawasan Jelang Puncak Haji

Selain itu, Timwas juga akan mengawasi persiapan jelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

"Apakah yang disampaikan dan yang ditawarkan waktu rapat-rapat di Komisi VIII dengan Kementerian Haji ini sudah sesuai belum," kata Cucun.

Ia menyebut pengawasan akan dilakukan sejak H-5 menjelang puncak haji.

Cucun juga menyoroti layanan syarikah yang tahun ini hanya berjumlah dua, berbeda dari tahun sebelumnya yang mencapai delapan.

"Dua syarikah ini kita akan pastikan yang melayani Masyair Armuzna. Bagaimana Arafahnya? Kita tidak ingin menemukan lagi tempat tidurnya kapasitas yang harusnya diisi oleh satu tenda 50 orang, diisinya sampai 100 orang sehingga tidak tertampung. Begitu juga di Mina nanti," kata Cucun.