Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meninjau langsung kondisi pasien di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH).
Dikutip dari Money, penanganan medis terhadap jemaah berjalan baik, termasuk ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 2026.
Meski demikian, terdapat empat pasien yang menjalani rawat inap dan seluruhnya mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan di KKIH.
"Melihat langsung kondisi pasien di KKIH, ada empat pasien yang mengalami rawat inap dan ditangani dengan baik," kata Bambang dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
"Namun, masih terdapat Obat-obatan sisa tahun lalu sekitar 60 persen dan stok baru sekitar 40 persen, sehingga beberapa pasien bisa diobati hingga sembuh," lanjut dia.
Bambang juga menyoroti angka jemaah yang wafat hingga menjelang puncak ibadah haji tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Saat ini jumlah jemaah yang wafat tidak lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa perawatan dan penanganan kesehatan jemaah berjalan cukup baik," jelas dia.
Menurut Bambang, upaya pencegahan penyakit di tingkat kelompok terbang (kloter) juga berjalan cukup maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu di evaluasi.
Dia menilai deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jemaah mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.
"Saya apresiasi kepada tim kesehatan karena jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu," ujar dia.
"Saat ini tercatat 64 jemaah yang wafat hingga menjelang puncak haji. Ini bukti bahwa perawatan jemaah cukup bagus sehingga bisa ditangani dengan baik," tambahnya.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, Bambang bersama anggota Timwas Haji DPR RI lainnya juga menyerap aspirasi dari tenaga medis dan masyarakat terkait sejumlah kendala layanan kesehatan di lapangan.
Mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendamping, fasilitas kesehatan yang sudah uzur perlu diganti, hingga fasilitas armada ambulans.
"Saat ini tersedia 15 ambulans dalam keadaan baik dan 9 ambulans kurang layak untuk dioperasikan," ujar dia.
"Jumlah tersebut perlu ada peningkatan di tahun depan dalam melayani jemaah yang semakin lebih banyak untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi," lanjutnya.
Bambang juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan KKIH karena instansi tersebut akan dipindahkan ke kementerian haji sedangkan penanganan kesehatan ini sangat teknis.
"Saran saya, sebaiknya dilakukan oleh kementerian kesehatan dibawah koordinasi kementerian haji, sehingga kementerian haji bisa mengkoordinir sebagai leading sektor yaitu Kementerian Perhubungan dibidang transportasi, Kementerian Kesehatan dibidang kesehatan, Ekonomi kreatif dan UMKM dibidang pelayanan akomodasi dan makanan sehingga diharapkan koordinasi antar kementerian ini dapat mensukseskan pelayanan jamaah haji, khususnya pelayanan kesehatan" ujarnya.
Meski demikian, BHS mengapresiasi kualitas penyajian makanan yang cukup berlimpah, baik dan bergizi. Menurutnya, ketersediaan makanan seperti ayam, ikan, sayur, buah-buahan, hingga susu turut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
"Pola konsumsi yang bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Inilah yang turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami sakit," tegas Bambang.
Sebagai informasi, rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah mulai berlangsung dengan pergerakan jemaah dari hotel-hotel di Makkah menuju Padang Arafah secara bertahap pada 8 Zulhijjah.
Prosesi ini menandai dimulainya fase paling sakral dalam ibadah haji, yakni wukuf di Arafah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijjah atau bertepatan dengan 25–26 Mei 2026.
Setelah pelaksanaan wukuf, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah berikutnya, termasuk mabit dan lontar jumrah, sebelum merayakan Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026 atau 10 Zulhijjah.
Adapun, proses penyelenggaraan haji dimulai sejak 21 April 2026 dengan masuknya jemaah ke asrama haji. Pemberangkatan jemaah Gelombang I menuju Madinah berlangsung pada 22 April hingga 6 Mei 2026, sedangkan Gelombang II diberangkatkan menuju Jeddah pada 7–21 Mei 2026.
Usai seluruh rangkaian ibadah haji selesai, pemulangan jemaah Indonesia ke Tanah Air dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·