TNI Angkatan Laut mengonfirmasi pergerakan kapal perang Amerika Serikat, USS Miguel Keith, di perairan timur Belawan, Selat Malaka, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 15.00 WIB. Pemantauan ini dilakukan di tengah isu perluasan operasi pencegahan maritim AS terhadap kapal tanker yang terkait dengan Iran.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan bahwa posisi kapal terdeteksi melalui sistem Automatic Identification System (AIS) dengan kecepatan 13,1 knots menuju arah Barat Laut. Kehadiran kapal tersebut diklaim sebagai aktivitas pelayaran internasional yang legal.
"Berdasarkan hasil pantauan perangkat Automatic Identification System (AIS) Publish memang benar USS Miguel Keith termonitor pada AIS pada pukul 15.00 WIB di perairan timur Belawan dengan haluan ke arah Barat Laut dengan kecepatan 13,1 Knots (18/4/2026)," ujar Tunggul kepada Kompas.com.
Laksamana Pertama Tunggul menegaskan bahwa kapal militer Amerika Serikat tersebut sedang memanfaatkan hak pelayaran sesuai dengan konvensi hukum laut internasional. Jalur tersebut merupakan perairan yang menghubungkan zona ekonomi eksklusif atau laut bebas.
"Kapal perang AS tersebut sedang melaksanakan pelayaran yaitu Hak Lintas Transit (Transit Passage) sesuai Pasal 37, 38 dan 39 pada Unclos 1982 dengan melintas di Selat Malaka yang merupakan Strait used for international navigation atau selat yang digunakan untuk pelayaran internasional yang menghubungkan laut bebas/ZEE," jelas Tunggul.
Meskipun pihak TNI AL tidak memberikan tanggapan mengenai kaitan pelayaran tersebut dengan operasi khusus, laporan internasional menyebutkan AS tengah memperluas pengejaran kapal tanker Iran ke Indo-Pasifik. Angkatan Laut AS telah mengeluarkan peringatan bahwa semua kapal terkait Teheran dapat digeledah dan disita di lokasi mana pun.
Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas aktivitas pengangkutan komoditas ilegal yang melibatkan aset-aset Iran. Barang selundupan yang menjadi target mencakup amunisi, senjata, produk minyak, hingga material nuklir.
"terlepas dari lokasinya, dapat dikunjungi, dinaiki, digeledah, dan disita," bunyi peringatan resmi Angkatan Laut AS yang dikutip melalui laporan Sindonews.
Hingga saat ini, Komando Pusat AS mencatat 14 kapal tujuan Selat Hormuz telah berbalik arah sejak pengumuman blokade tersebut diberlakukan. Berdasarkan laporan Bloomberg, kapal tanker Pakistan Shalamar tercatat sebagai kapal pertama yang berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan muatan minyak mentah sejak Senin pekan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·