Kegagalan Real Madrid meraih trofi dalam dua musim berturut-turut memicu kritik tajam dari mantan gelandangnya, Toni Kroos, setelah tim tersebut dipastikan nihil gelar pada musim 2025/2026. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, catatan buruk Los Blancos diperparah dengan kekalahan dalam pertandingan El Clasico melawan Barcelona.
Kekalahan tipis 0-2 dari Barcelona tidak hanya mempermalukan skuad asuhan Alvaro Arbeloa, tetapi juga memastikan sang rival merayakan gelar juara LaLiga. Madrid terakhir kali merasakan kesuksesan saat memenangkan Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub sebelum musim 2024/2025 dimulai.
Performa tim terus merosot meskipun telah mendatangkan penyerang bintang Kylian Mbappe. Dinamika di kursi kepelatihan juga sempat memanas ketika Xabi Alonso dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Arbeloa di tengah kompetisi musim 2025/2026 yang sedang berjalan.
Toni Kroos melalui saluran YouTube pribadinya memberikan penilaian tegas mengenai situasi yang menimpa mantan klubnya tersebut.
"Dua musim tanpa juara tidak dapat diterima di Real Madrid, titik! Hasil di lapangan berasal dari dinamika internal yang buruk," kata Kroos.
Mantan pemain tim nasional Jerman tersebut menilai ada masalah mendasar dalam performa tim yang melampaui sekadar masalah teknis di lapangan hijau. Ia menyoroti kondisi psikologis pemain saat menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
"Mereka mungkin termotivasi untuk memenangkan El Clasico, tetapi itu tidak cukup. Kekalahan sudah bisa diprediksi bahkan sebelum pertandingan dimulai," sambung Kroos.
Kondisi ini menandai periode paceklik gelar terlama bagi klub ibu kota Spanyol tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Real Madrid kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merombak dinamika internal tim guna mengakhiri tren negatif pada musim mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·