Toni Kroos Kritik Lini Pertahanan Barcelona Usai Gugur dari Liga Champions

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Legenda Real Madrid Toni Kroos menyoroti kelemahan sistem pertahanan Barcelona yang menyebabkan klub Catalan tersebut tersingkir dari perempat final Liga Champions musim 2025/2026 setelah kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid.

Analisis tersebut disampaikan Kroos melalui podcast miliknya, Einfach mal Luppen, dan wawancara dengan DAZN pada Jumat, 17 April 2026, menyusul kegagalan skuad asuhan Hansi Flick mempertahankan keunggulan atas tim asuhan Diego Simeone.

Kroos menilai Barcelona sebenarnya tampil sebagai tim yang lebih dominan sepanjang pertandingan, namun situasi berubah drastis akibat kartu merah yang diterima Pau Cubarsi pada leg pertama dan Eric Garcia pada leg kedua.

"I think Barça was a better team, but playing so long with one less is very difficult." ujar Toni Kroos, Mantan Gelandang Real Madrid.

Gelandang asal Jerman tersebut menambahkan bahwa Atletico Madrid memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga keunggulan skor, terutama ketika mendapatkan keuntungan jumlah pemain di lapangan.

"Atleti knows how to defend the result very well and with the advantage of the first leg and the expulsion, they had everything in their favour," kata Toni Kroos.

Kroos secara spesifik mengkritik taktik garis pertahanan tinggi yang diterapkan Barcelona karena dianggap terlalu berisiko dan meninggalkan banyak ruang kosong bagi lawan untuk melakukan serangan balik cepat.

"When you defend like this and leave so many spaces behind, these things happen. Even expulsions to avoid a 1v1." tegas Toni Kroos.

Ia mencatat bahwa masalah serupa telah dialami Barcelona pada kompetisi Eropa musim-musim sebelumnya, termasuk saat mereka menghadapi Inter Milan, namun hingga kini belum ada perubahan signifikan dalam pendekatan strategi tersebut.

"The defence is very exposed. It already happened to them last year and now again. If they don’t change that way of playing, they won’t win the Champions League," jelas Toni Kroos.

Terkait rivalitas pribadinya selama sepuluh tahun membela Real Madrid, Kroos mengaku tidak ingin melihat baik Barcelona maupun Atletico Madrid mengangkat trofi bergengsi tersebut pada musim ini.

"Couldn’t they both lose? After my ten years in Madrid, I don’t want any of them to win. But if I had to choose, better Atleti, because next year they won’t have the same chances to win." tutur Toni Kroos.

Kroos juga menyampaikan pandangannya mengenai peluang Atletico Madrid di babak semifinal melawan Arsenal, di mana ia meragukan tim berjuluk Los Rojiblancos tersebut bisa keluar sebagai juara.

"I think they are not going to win the Champions League. There are teams that play better than them." ungkap Toni Kroos.

Mantan pemenang enam gelar Liga Champions tersebut memberikan penegasan kembali dalam wawancaranya dengan DAZN mengenai standar permainan yang dibutuhkan untuk menjadi juara di level tertinggi Eropa.

"It’s just a personal opinion, but I think Atlético Madrid won’t win the Champions League. There are teams in the competition that play better than them." imbuh Toni Kroos.

Kroos kembali menekankan bahwa keunggulan agregat dan situasi kartu merah memang membantu Atletico menyingkirkan Barcelona, namun gaya main mereka tetap harus dievaluasi jika ingin melaju lebih jauh.

"Atleti always knows how to defend a result very well, and with the advantage from the first leg, plus the sending-off, they had a significant advantage to advance to the semifinals." ucap Toni Kroos.

Sebagai penutup dari rangkaian analisisnya, Kroos memperingatkan bahwa tanpa adanya adaptasi gaya bermain, ambisi Atletico Madrid untuk meraih trofi perdana Liga Champions akan sulit terwujud.

"If they don’t change their style of play, they’re not going to win a Champions League." pungkas Toni Kroos.