Top 3: Demo Mahasiswa Papua hingga Pengadaan Bingkai Foto

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SEJUMLAH peristiwa menjadi sorotan pada awal pekan ini. Salah satu berita yang menjadi sorotan mengenai demonstrasi aliansi mahasiswa Papua dari Front Anti-Militerisme dan Investasi di kantor Kementerian Hak Asasi Manusia, Jakarta. Lalu, ada pula pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden untuk dipajang di seluruh ruang kelas sekolah rakyat yang memakan anggaran senilai Rp 4,14 miliar.

Terakhir, ratusan siswa dari di Surabaya mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Berikut tiga isu tersebut:

Demo Mahasiswa Papua Sebut Natalius Pigai Penjilat Prabowo

Aliansi mahasiswa Papua dari Front Anti-Militerisme dan Investasi menilai Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai gagal menyelesaikan deretan pelanggaran HAM di Papua. Puluhan massa yang berdemo di kantor Kementerian HAM, Jakarta, pada Senin, 11 Mei 2026 mendesak Pigai menemui mereka dan menerima aspirasinya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Massa menyesalkan sikap Pigai yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat asli Papua semenjak ia menjadi Menteri HAM. Padahal, menurut massa aksi, Pigai pernah lantang membela orang Papua saat menjadi Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017.

"Natalius Pigai saat menduduki Komnas HAM, dia cukup lantang untuk membicarakan persoalan hak asasi manusia yang terjadi di Papua bahkan di Indonesia. Namun semakin hari berjalan, seakan-akan dia tidak punya taring," kata seorang peserta aksi bernama Veronica dari atas mobil komando.

Baca berita selengkapnya di sini.

Bingkai Foto Prabowo-Gibran untuk Sekolah Rakyat Capai Rp 4,14 Miliar

Kementerian Sosial melakukan pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden untuk dipajang di seluruh ruang kelas sekolah rakyat. Anggaran untuk foto bingkai Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka itu senilai Rp 4,14 miliar.

Pembelian foto bingkai presiden dan wakil presiden tersebut tercatat dalam laporan realisasi pengadaan barang dan jasa oleh kementerian/lembaga yang dipublikasi Indonesia Procurement atau Inaproc. Berdasarkan dokumen realisasi yang Tempo unduh, terdapat empat paket pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden.

Keterangan nama paket tertulis foto bingkai Prabowo dan Gibran tersebut untuk keperluan Sekolah Rakyat. Terdapat setidaknya empat paket pengadaan yang dilakukan. Tiga di antaranya dilakukan dalam penganggaran tahun 2025, serta satu lainnya di tahun 2026.

Pada realisasi pembelian di tahun lalu, Kementerian Sosial menggelontorkan Rp 806 juta untuk paket bernama “Pengadaan Non Operasional Foto Bingkai Presiden Wapres”. Status pengerjaan proyek pengadaan hingga kini masih tertulis “dalam proses”.

Kementerian Sosial sebagai pelaksana program sekolah rakyat juga memakai anggaran negara sebesar Rp 519 juta untuk membeli paket bernama “Foto Bingkai Presiden dan Wapres SR 1C”. Serta pengadaan untuk barang serupa di kontrak terpisah senilai Rp 91 juta.

Pada tahun anggaran 2026 ini, Kementerian Sosial kembali membeli paket foto bingkai presiden dan wakil presiden. Nilainya jauh lebih besar dibanding realisasi pengadaan barang yang sama di tahun lalu, yaitu Rp 2,72 miliar.

Baca berita selengkapnya di sini. 

200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, Diduga dari Menu Daging

SEBANYAK 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya mengalami keracunan massal usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Senin, 11 Mei 2026. Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tyas Pranadani, menjelaskan ratusan siswa TK, SD, dan SMP dari 12 sekolah mengeluh pusing, mual, dan muntah usai menyantap menu MBG sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Tyas, menu MBG hari ini adalah nasi, daging krengsengan, olahan sayur, tahu goreng, dan jeruk. Tyas menduga, keracunan itu disebabkan olahan daging.

“Dari pantauan kami ke guru-guru, menu daging ini pertama kali. Jadi mungkin dari dagingnya,“ kata Tyas di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

Saat ini, seluruh siswa yang keracunan masih dalam pantauan puskesmas. Belum ada siswa yang diharuskan rawat inap akibat keracunan ini.

Tyas mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh selaku penyedia MBG di kawasan tersebut. Kini, sampel MBG telah dibawa ke laboratorium untuk diuji.

Baca berita selengkapnya di sini.

Dian Rahma Fika, Novali Panji, dan Hanaa Septiana berkontribusi dalam penulisan artikel ini.