Total kapasitas terpasang tenaga nuklir China lampaui 120 juta kw

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Beijing (ANTARA) - Total kapasitas terpasang tenaga nuklir China telah melampaui 120 juta kilowatt per akhir 2025, menduduki peringkat pertama dunia, sebut Wang Shoujun, kepala organisasi nonprofit Chinese Nuclear Society.

Hingga akhir tahun lalu, China memiliki total 112 unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi, sedang dibangun, atau telah disetujui untuk dibangun, ungkap Wang dalam upacara pembukaan pameran bertajuk "Nuclear Industry China 2026" pada Rabu (22/4).

China tetap berkomitmen pada pengembangan tenaga nuklir secara proaktif, aman, dan tertib, tutur Wang, seraya menambahkan bahwa "fusi nuklir yang terkendali" dan "tenaga nuklir pesisir" telah dimasukkan ke dalam proyek-proyek utama negara itu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

Wang menyampaikan peran energi nuklir yang semakin menonjol dalam memastikan ketahanan energi dan mendorong pembangunan hijau di tengah transisi energi global.

Dia mengatakan industri nuklir China telah memasuki jalur cepat pembangunan berkualitas tinggi selama beberapa tahun terakhir, dengan kemampuan yang ditingkatkan dalam inovasi teknologi nuklir, termasuk teknologi PLTN generasi ketiga dan keempat, reaktor modular kecil, dan siklus bahan bakar nuklir yang canggih.

Pameran selama empat hari yang diselenggarakan di Beijing itu menarik hampir 300 perusahaan dan organisasi dari China dan luar China. Selain memamerkan beragam peralatan teknologi, ajang itu juga menyuguhkan serangkaian forum akademis tingkat tinggi, pertukaran teknis, peluncuran produk, dan aktivitas sosialisasi kepada masyarakat.

Sebagai platform penting untuk memamerkan pencapaian ilmiah nuklir global dan memperdalam kerja sama internasional, pameran tahun ini diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama lebih lanjut antara industri domestik maupun internasional, papar Wang.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.