Manajer Chelsea Liam Rosenior resmi diberhentikan dari jabatannya pada Rabu (22/4/2026) menyusul rangkaian hasil negatif yang menimpa klub di kompetisi Liga Inggris. Bek Trevoh Chalobah menegaskan bahwa skuad pemain turut memegang tanggung jawab penuh atas keputusan pahit manajemen tersebut.
Keputusan pemecatan ini diambil manajemen The Blues tidak lama setelah tim menderita kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion. Hasil tersebut menjadi kekalahan kelima berturut-turut bagi Chelsea tanpa mampu mencetak satu gol pun, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Keterpurukan ini berdampak signifikan terhadap posisi klub yang kini terlempar dari persaingan memperebutkan tiket Liga Champions musim depan. Untuk sementara, kendali tim utama diserahkan kepada pelatih Calum McFarlane sembari pihak klub mencari suksesor tetap Rosenior.
Trevoh Chalobah menyampaikan pandangannya mengenai situasi ruang ganti dan hubungan emosional antara pemain dengan pelatih yang baru saja hengkang tersebut.
"Siapapun manajer yang pergi, sulit. Anda menghabiskan waktu dengan mereka, bekerja dengan mereka setiap harinya. Anda harus beradaptasi, harus mereset lagi," ujar Chalobah, bek Chelsea.
Pemain bertahan tersebut menolak untuk mencari pembenaran eksternal dan meminta rekan-rekannya untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap performa individu masing-masing di lapangan.
"Kami bisa memakainya sebagai alasan, tapi pada akhirnya kami harus melihat ke diri sendiri sebagai pemain dan mengambil tanggung jawab," kata Chalobah.
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi sikap dan daya juang yang menurutnya sempat hilang dalam beberapa pertandingan terakhir yang merugikan posisi tim di klasemen.
"Saat segala sesuatu tak memihak Anda, itu yang harus dipegang teguh. Kami sudah menunjukkannya dalam berbagai bagian musim ini. Perbincangannya sama lagi. Kami perlu menunjukkan mentalitas, kebiasaan menang, dan daya juang," ujar Chalobah.
Penegasan mengenai kualitas teknis tim juga disampaikan Chalobah yang meyakini bahwa kemampuan para pemain Chelsea hanya akan terlihat jika didasari oleh kerja keras di setiap duel.
"Rasa lapar dan determinasi itu, lo. Rasa ingin memenangi bola-bola kedua, memenangi duel udara. Hal-hal kecil itu yang dibutuhkan. Kalau kami melakukannya, kualitas kami terlihat," kata Chalobah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·