Truk Rem Blong Tabrak Lima Kendaraan di Probolinggo Empat Orang Tewas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Insiden kecelakaan maut yang dipicu kegagalan sistem pengereman truk trailer mengakibatkan empat orang meninggal dunia di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu (19/4/2026). Truk bermuatan triplek tersebut menghantam lima kendaraan yang sedang mengantre di perlintasan kereta api saat kondisi jalan menurun.

Peristiwa tragis ini bermula ketika truk trailer Nissan bernomor polisi B-9625-UEJ melaju dari arah Lumajang menuju Kota Probolinggo. Seperti dilansir dari Detik Oto, kendaraan besar ini menabrak beruntun Toyota Vios Limo, dua unit pickup, Toyota Hi-Ace, hingga satu unit Tractor Head Hino.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat pintu perlintasan kereta api sedang tertutup. Akibatnya, kendaraan di depan truk tidak memiliki ruang untuk menghindar saat truk trailer mengalami gangguan fungsi rem.

"Akibat kecelakaan ini, karena gagalnya fungsi rem truk trailer kontainer berisi triplek, pas di jalanan turunan, and saat itu semua kendaraan yang ditabrak posisi berhenti, karena palang pintu ditutup, ada kereta api melintas, dan menabrak total 5 kendaraan," ujar Iptu Aditya Wikrama, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo.

Seluruh korban jiwa merupakan pengemudi dan penumpang sedan Toyota Vios Limo berplat nomor AG-1644-EG. Di antara empat korban meninggal dunia di lokasi kejadian tersebut, terdapat seorang balita yang masih berusia tiga tahun.

Sopir truk, Cecep Adi Sucipto, mengakui bahwa dirinya kehilangan kendali atas kendaraan saat melewati jalur menurun dari arah Lumajang. Ia sempat berupaya melakukan perpindahan transmisi untuk menahan laju truk sebelum benturan terjadi.

"Remnya ngeblong dari atas pas turunan. Nggak ada (nginjek rem). (Saya pindahkan) Dari gigi dua ke tiga," ujar Cecep Adi Sucipto, Sopir Truk Trailer.

Cecep menambahkan bahwa situasi menjadi tidak terkendali ketika ia melihat antrean kendaraan di perlintasan kereta api. Upaya membanting setir guna meminimalkan dampak tabrakan rupanya tidak membuahkan hasil maksimal.

"Kebetulan ada palang pintu tertutup, akhirnya banting kanan dulu, terus ke kiri kena sedan," kata Cecep Adi Sucipto, Sopir Truk Trailer.

Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, kegagalan rem sering terjadi akibat panas berlebih pada kampas rem karena beban kerja berat. Pengemudi dilarang mengocok pedal rem secara terus-menerus karena dapat menguras tekanan udara dalam sistem pengereman.

"Pengemudi supaya selalu mengantisipasi dalam melihat kondisi di jalan. Para pengemudi sering kali mengocok pedal rem saat rem tidak bekerja secara maksimal. Pada saat mengalami rem blong, sebaiknya tidak melakukan pemindahan gigi ke gigi rendah, karena akan menyebabkan gigi masuk ke posisi netral," bunyi penjelasan tertulis laman Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.

Menanggapi fenomena ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti bahwa insiden rem blong di Indonesia seharusnya bisa dicegah. Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, menilai faktor kesalahan manusia dan kegagalan teknis menjadi dua pemicu utama.

"Terkait rem blong, penyebabnya cuma dua. Pertama, kesalahan pengemudi menggunakan transmisi di jalanan menurun. Kedua, adanya malfunction (gagal fungsi) atau kebocoran pada sistem rem. Sehingga dapat saya katakan sebenarnya kecelakaan rem blong di Indonesia itu kecelakaan konyol yang nggak perlu terjadi," kata Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT.