Truk Tertemper Kereta Commuter di Blitar, Diduga Mogok di Jalur Kereta

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho dengan truk di JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) dok. Daop 7 Madiun Foto: dok. KAI Daop 7

Kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho dengan truk terjadi di JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4) sekitar pukul 21.35 WIB. KA Dhoho tersebut relasi Stasiun Kertosono-Stasiun Malang.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kecelakaan ini diduga akibat truk yang mogok melintang di perlintasan kereta tersebut.

"Nah, di tengarai truk tersebut mogok di tengah-tengah perlintasan dan pada saat palang pintu posisinya sudah ditutup," kata Tohari kepada kumparan, Selasa (28/4).

Kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho dengan truk di JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) dok. Daop 7 Madiun Foto: dok. KAI Daop 7

Tohari menyampaikan, usai tabrakan petugas langsung melakukan evakuasi dan truk akhirnya dipindahkan dari jalur KA sekitar pukul 22.00 WIB.

"Namun demikian ya karena adanya kerusakan pada bagian lokomotif pada sistem pengereman itu terjadi kerusakan sehingga masih belum dapat berjalan dan pada pukul 22.35 WIB barusan informasi dari lapangan bahwa untuk lokomotif sudah bisa diatasi dan kembali mundur ke arah stasiun Blitar untuk dilakukan perbaikan lebih lanjut," ucapnya.

Ia mengatakan tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, baik penumpang, awak kereta maupun sopir truk.

Kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho dengan truk di JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) dok. Daop 7 Madiun Foto: dok. KAI Daop 7

"Syukur alhamdulillah sampai sejauh ini tidak ada informasi bahwa adanya korban dari kejadian tersebut, baik dari penumpang maupun dari awak sarana dan juga dari sopir truknya sendiri. Karena mungkin sopir truknya sempat, turun ya, sementara lokomotif atau kereta api 408 Commuter Line mendekati ke arah truk tersebut. Karena pada posisi itu sudah mulai berusaha dilakukan pengereman dari teman-teman masinis," katanya.

"Namun, karena mungkin jarak yang terlalu dekat jadi tidak bisa tercapai dengan pengereman maksimal sehingga kendaraan tidak bisa dihindari. Namun demikian dari petugas JPL kami dari petugas JPL 190 pada saat kejadian sudah berupaya untuk memberikan aba-aba semboyan tempat ke arah kereta api yang mau datang memberikan aba-aba bahwa ada halangan di situ sehingga di upaya untuk melakukan pengereman," lanjutnya.

Akibat peristiwa ini, Tohari mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di jalur kereta api.

"Jadi kami mengimbau pada seluruh masyarakat, pengguna jalan ya, utamanya pada saat melintasi perlintasan sebidang untuk selalu berhati-hati. Yang harus diperhatikan untuk selalu berhati-hati berhenti terlebih dahulu, tengok kanan, tengok kiri, pastikan bahwa tidak ada kereta yang mau lewat baru untuk melewati. Karena apa? Jalur pintu perlintasan kereta api bukanlah merupakan alat pengaman utama tapi hanyalah merupakan alat bantu," ucap dia.

"Jadi alat pengaman utama di situ ada rambu-rambu stop yang menyatakan pengemudi yang mau melintas, siapa pun yang mau melintas selalu berhenti untuk pastikan kalau tidak ada kereta api yang mau lewat dan utamakan untuk pada saat sirene sudah dibunyikan sudah harus berhenti," imbuhnya.