Trump menginap di hotel dekat Kedutaan Besar AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Beijing (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rombongan yang ikut dalam lawatan resmi ke China menginap di Hotel Four Seasons, di kawasan Liangmaqiao, distrik Chaoyang, dekat dengan Kedutaan Besar AS.

Trump tiba di hotel tersebut sekitar pukul 20.40 waktu setempat, Rabu (13/5), dalam iring-iringan puluhan mobil termasuk mobil kepresidenan "The Beast".

Trump dan rombongan tidak tampak melambaikan tangan kepada masyarakat maupun yang berada di sekitar hotel dan telah menunggu kedatangan sang presiden sejak sore.

Ada gerbang keamanan besar yang dipasang di dekat Hotel Four Seasons, sehingga semua orang yang ingin masuk keluar hotel harus melalui gerbang tersebut. Sedangkan pintu lain yang biasa terbuka ditutup dengan barikade besi sehingga tidak dapat dilalui.

Petugas pun tampak menghalau masyarakat yang mencoba memotret kondisi hotel dan meminta masyarakat segera berlalu dari depan hotel yang tepat di pinggir jalan tersebut.

Presiden AS Donald Trump rencananya akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis (14/5) di Balai Besar Rakyat China untuk membicarakan hubungan kedua negara baik bidang ekonomi, Taiwan maupun kondisi geopoltik.

Trump dan rombongan mendarat dengan Air Force One di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada pukul 19.50 waktu setempat. Ia disambut Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng yang juga menghadiri pelantikan Trump di Washington pada Januari 2025 sebagai perwakilan khusus Presiden Xi Jinping.

Selain itu tampak juga puluhan anak muda China yang melambaikan bendera AS dan Tiongkok serta sejumlah pejabat pemerintahan hingga pengawal kehormatan militer.

Trump sempat berhenti sejenak dan mengepalkan tinju ke udara seperti gaya andalannya di tengah karpet merah saat anak-anak muda itu meneriakkan "selamat datang, selamat datang, sambutan hangat" dalam bahasa Mandarin.

Acara penyambutan di bandara yang juga dihadiri Duta Besar China untuk AS Xie Feng dan Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu.

Terakhir kali Trump berkunjung ke Beijing pada 2017 dan menginap di hotel St. Regis Beijing.

Dalam konferensi pers rutin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan panduan strategis untuk hubungan China-AS.

"Kami menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke China. Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia," kata Guo Jiakun pada Rabu (13/5).

China, kata Guo Jiakun, siap bekerja sama dengan AS untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang berubah dan bergejolak.

Trump juga dilaporkan membawa belasan CEO dan eksekutif perusahaan AS, mereka adalah Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Brian Sikes (CEO Cargill), Jane Fraser (CEO Citigroup), Jim Anderson (CEO Coherent).

Kemudian Larry Culp (CEO GE Aerospace), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Jacob Thaysen (CEO Illumina), Michael Miebach (CEO Mastercard), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Sanjay Mehrotra (CEO Micron), Cristiano Amon (CEO Qualcomm), Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX), Ryan McInerney (CEO Visa) serta Jensen Huang (CEO NVIDIA) yang bergabung terakhir ke pesawat Air Force One saat mengisi bahan bakar di Alaska.

Selain ke Balai Besar Rakyat, Trump juga dijadwalkan melakukan tur ke Kuil Langit (Temple of Heaven) yang juga ditutup untuk umum pada 13-14 Mei 2026.

Baca juga: Dubes: Trump lakukan miskalkulasi besar saat lakukan serangan ke Iran

Baca juga: Bagaimana suasana Beijing menjelang pertemuan Xi dan Trump?

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.