Prabowo sentil eksportir sawit dan batu bara karena simpan uang di LN

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyentil para eksportir sawit hingga batu bara karena menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di luar negeri (LN), padahal dana tersebut dibutuhkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

"Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia," kata Prabowo saat berpidato dalam agenda Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu.

Oleh sebab itu, pemerintahannya mewajibkan penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Kewajiban Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor SDA di Dalam Negeri.

Menurut Presiden, apabila tidak ada aturan ini, maka kekayaan dalam negeri hanya akan habis dijual tanpa memberikan nilai tambah bagi negara.

Baca juga: Prabowo tegaskan penguatan yudikatif untuk lindungi kekayaan negara

Begitu juga dengan hasil kekayaan alam Indonesia lainnya, seperti timah dan juga emas.

Prabowo mengatakan semuanya diekspor, namun hasilnya tidak pernah kembali ke dalam negeri.

Hal tersebut yang membuat pemerintah memutuskan membuat kebijakan wajib simpan DHE hingga hilirisasi.

"Berat bagi kita melaksanakan dengan berani dan dengan optimis, dan dengan kemajuan. Saya tidak akan panjang lebar, tapi ini semua adalah bukti kepada rakyat dan saya kira di hari-hari yang akan datang. Kita juga akan terus memberi memberi bukti ke rakyat dan akan melaporkan ke rakyat langkah-langkah yang kita ambil," tegasnya.

Baca juga: Prabowo instruksikan agar suku bunga PNM di bawah 9 persen

Prabowo berjanji pemerintahannya akan berpihak kepada rakyat dan mengambil langkah tegas atas segala tindakan kecurangan.

Presiden ingin membuat Indonesia bangkit hingga membuat dunia kaget akan capaian tanah air.

"Kita akan buktikan ke rakyat sampai tahun depan, saya kira dunia akan kaget bangkitnya bangsa Indonesia. Kita jangan euforia, kita tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, kita semakin berisi semakin menunduk. Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan," katanya.

Data penelusuran ANTARA menyebutkan, nilai ekspor sawit nasional Indonesia pada 2025 sekitar 35,87 miliar dolar AS atau sekitar Rp590 triliun atau naik sekitar 29,23 persen dibanding 2024 yang sebesar 27,76 miliar dolar AS.

Baca juga: Prabowo instruksikan pembentukan satgas percepatan deregulasi

Kemudian, nilai ekspor batu bara Indonesia sepanjang 2025 sekitar 24,48 miliar dolar AS atau sekitar Rp409–411 triliun.

Angka itu, turun sekitar 19,7 persen dibanding pada 2024 yang mencapai sekitar 30,49 miliar dolar AS.

Dari sisi volume, ekspor batu bara Indonesia mencapai sekitar 390,9 juta ton selama 2025, juga turun sekitar 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.