Trump Prediksi Negosiasi Amerika Serikat dan Iran Segera Berakhir

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi proses negosiasi dengan Iran terkait kesepakatan baru akan segera mencapai penyelesaian yang memuaskan semua pihak. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Selasa (14/4/2026) di tengah rencana pertemuan putaran kedua antara kedua negara pekan ini.

Optimisme Washington ini muncul setelah putaran pertama pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali bertemu untuk membahas gencatan senjata setelah konflik bersenjata berlangsung selama lebih dari satu bulan.

"Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat, dan kami akan menyelesaikannya, dan semua orang akan senang," kata Trump saat wawancara dengan media radio sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

Pemerintah Amerika Serikat menginginkan penghentian total program nuklir Iran sebagai syarat utama. Trump berharap kesepakatan yang adil dapat tercapai agar proses rekonstruksi di Iran bisa segera dimulai kembali.

"Mereka akan membangun kembali negaranya, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan punya senjata nuklir," kata Trump.

Trump juga menegaskan bahwa peluang bagi Teheran untuk memiliki akses terhadap persenjataan nuklir akan ditutup sepenuhnya melalui kesepakatan tersebut.

"Mereka tidak akan memiliki akses ke, tidak ada peluang untuk memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap keberatan untuk melanjutkan proses diplomasi. Ketua parlemen Iran sekaligus ketua delegasi putaran pertama, Mohammad Ghalibaf, menilai Amerika Serikat telah melanggar prinsip gencatan senjata melalui blokade di Selat Hormuz.

"Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman," ungkap Ghalibaf.

Ghalibaf menuduh pemerintahan Trump sengaja mengubah meja perundingan menjadi sarana pemaksaan untuk menyerah. Ia mengecam serangan terhadap kapal-kapal Iran sebagai bentuk provokasi perang yang tidak bisa diterima dalam proses negosiasi.

Menanggapi sikap keras Teheran, Trump memberikan peringatan mengenai konsekuensi yang akan dihadapi jika Iran menolak kembali ke meja perundingan.

"Mereka akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya," kata Trump.