Trump sebut blokade AS di Selat Hormuz bisnis sangat menguntungkan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Hamilton (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggambarkan penyitaan kapal-kapal Iran oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz sebagai “bisnis yang sangat menguntungkan,” dan membanggakan bahwa Washington telah mengambil alih kargo dan minyak Iran sebagai bagian dari blokadenya.

“Kami mengambil alih kargo. Mengambil alih minyak, bisnis yang sangat menguntungkan. Siapa yang menyangka, kami seperti bajak laut, tapi kami tidak sedang main-main,” kata Trump dalam sebuah acara di negara bagian Florida, AS, Jumat (1/5).

Membela blokade tersebut, Trump berargumen bahwa Iran telah menggunakan “Selat Hormuz sebagai senjata selama bertahun-tahun, mereka mengatakan akan menutupnya. Jadi, mereka menutupnya, lalu saya menutupnya untuk kapal mereka.”

Mengenai perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan Iran, Trump meragukan apakah kesepakatan memang diinginkan.

“Sejujurnya, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali,” ujarnya, tetapi kemudian mengklaim bahwa situasi tersebut tidak dapat dibiarkan berlanjut.

Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk serta penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti dengan perundingan di Islamabad pada 11-12 April, namun tidak tercapai kesepakatan.

Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan kerangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Sementara itu, laporan menunjukkan bahwa pemerintahan Trump tengah berupaya membentuk koalisi internasional untuk memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: PBB peringatkan dampak serius penutupan Selat Hormuz berkepanjangan

Baca juga: Trump cari dukungan, bentuk koalisi baru demi buka Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.