TVRI buka pendaftaran nobar berlisensi Piala Dunia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penyiaran Publik TVRI membuka pendaftaran nonton bareng berlisensi Piala Dunia 2026.

TVRI yang berstatus sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 menggalakkan program "Nonton Bareng Bola Gembira" dengan membuka kesempatan bagi pelaku usaha, komunitas, maupun pengelola fasilitas publik untuk menyelenggarakan kegiatan nobar secara legal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hak siar yang berlaku.

"Program Nonton Bareng Bola Gembira ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan hiburan berkualitas kelas dunia yang bisa mempersatukan dan membawa
kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia secara luas," kata Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI Retno Wulan Kartiko Purbodjati dalam keterangan resmi, Senin.

"Melalui inisiatif ini, kami juga ingin mendorong pergerakan ekonomi lokal, termasuk memberikan peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkembang, dengan tetap menjunjung kepatuhan terhadap aturan hak siar,” ujar Retno.

Baca juga: TVRI: 34 stasiun daerah gelar nobar Piala Dunia, perluas akses warga

Program ini memberikan dua kategori lisensi yakni lisensi komersial dan non-komersial.

Untuk komersial diperuntukkan bagi penyelenggara yang menjalankan aktivitas usaha, seperti kafe, restoran, hotel, stadion, atau venue lain yang melibatkan unsur bisnis, sponsor, maupun aktivitas promosi.

Sedangkan untuk non-komersial tersedia secara gratis bagi UMK, komunitas, dan instansi pemerintah yang tidak melibatkan sponsor, tidak menjual tiket, serta tidak memiliki aktivitas komersial.

Pendaftaran lisensi Nonton Bareng Bola Gembira dapat dilakukan melalui situs resmi program di https://bolagembira.tvrinews.com atau melalui Tim Agent Nonton Bareng TVRI yang akan mendatangi lokasi usaha seperti kafe, restoran, dan tempat komersial lainnya.

Baca juga: TVRI ajak masyarakat nikmati Piala Dunia 2026 tanpa taruhan

Baca juga: Komisi VII DPR minta TVRI profesional siarkan Piala Dunia 2026

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.