Inggris ambigu soal kunjungan Raja Charles ke AS

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Washington (ANTARA) - Pemerintah Inggris menilai secara ambigu terkait kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat; di mana sejumlah pejabat menganggap lawatan itu bersifat kewajiban, sementara yang lain mempercayai hal itu akan berdampak negatif.

"Dia (Raja Charles) harus berangkat. Dengan tidak pergi ke AS, itu akan memperburuk hubungan (AS dan Inggris)," kata seorang pejabat Inggris kepada The Washington Post, Senin.

Pejabat tersebut khawatir sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tidak dapat diprediksi selama pertemuan dengan Raja Charles.

"Anda tidak pernah bisa menebak apa yang akan dilakukan atau dikatakan presiden ini (Donald Trump) ketika berada di sebelahnya, tetapi Raja (Charles) memiliki ekspresi wajah yang sangat tenang," kata pejabat itu.

Sementara itu, tim Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mempercayai Raja Charles III memiliki kemampuan untuk menjaga sikap sebagai aristokrat yang tenang dan menghindari keadaan buruk, demikian laporan itu.

Perjalanan Raja Charles III ke AS dimulai pada Senin ini. Charles akan bertemu Trump secara informal. Kemudian, Selasa (28/4), Raja Charles akan menyampaikan pidato di Kongres AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Inggris tidak ikut blokade AS di Selat Hormuz

Baca juga: Trump ancam Inggris dengan tarif besar jika tak cabut pajak digital

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.