Platform live streaming Twitch resmi memperketat regulasi terhadap kreator konten yang terdeteksi menggunakan viewbot untuk memanipulasi jumlah penonton. Langkah ini diambil guna menjaga sportivitas dan pertumbuhan organik bagi seluruh pengguna di dalam ekosistem platform tersebut.
CEO Twitch, Dan Clancy, mengumumkan kebijakan baru berupa pemberian sanksi kepada para pelanggar yang sengaja menaikkan angka penonton secara artifisial melalui bot otomatis. Dilansir dari Tekno, salah satu hukuman utama yang disiapkan adalah penerapan batasan atau "caps" pada jumlah penonton yang dapat muncul di kanal streamer tersebut.
Praktik viewbotting sendiri merupakan penggunaan perangkat lunak untuk memalsukan tingkat keterlibatan dan popularitas sebuah siaran langsung. Metode ilegal ini sering dimanfaatkan untuk mendongkrak peringkat siaran agar lebih mudah ditemukan, menarik minat sponsor, hingga menjaring penonton asli secara curang.
Clancy menegaskan bahwa tindakan agresif sangat diperlukan untuk memberantas praktik yang merusak tatanan komunitas tersebut.
"Platform harus tetap adil untuk kreator yang tumbuh secara organik," kata Clancy, dikutip KompasTekno dari Engadget.
Penegasan tersebut menyusul laporan Insider Gaming tahun lalu yang menyebutkan ribuan streamer skala kecil diduga memanipulasi jumlah pemirsa demi mendapatkan pendapatan iklan yang lebih besar. Masalah ini juga berdampak negatif pada sistem rekomendasi dan fitur penemuan konten yang seharusnya menguntungkan streamer jujur.
Selain Twitch, fenomena viewbotting juga menjadi tantangan besar bagi platform kompetitor seperti YouTube dan Kick. Berdasarkan data Wikipedia, viewbot bekerja sebagai software otomatis yang menyimulasikan kehadiran manusia untuk meningkatkan metrik engagement secara instan.
Hingga saat ini, pihak Twitch belum merinci detail teknis mengenai mekanisme penerapan batasan view maupun tanggal pasti pemberlakuan penuh kebijakan ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·