Jakarta (ANTARA) - Kepala Petugas Medis di Clinikally, India, Dr. Anindita Sarkar menjelaskan penyebab udara di ruangan kantor dapat berpengaruh terhadap kulit menjadi kusam.
"Salah satu perubahan paling penting yang diamati adalah peningkatan kehilangan air transepidermal (TEWL). Ini mengacu pada jumlah kelembapan yang keluar dari kulit ke atmosfer dan merupakan indikator kunci untuk menilai fungsi dan kesehatan penghalang kulit," kata Sarkar dalam siaran Hindustan Times pada Sabtu (22/5).
Sarkar menjelaskan kulit yang kusam disebabkan oleh adanya paparan AC yang berkepanjangan dan lingkungan dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang jauh lebih rendah daripada udara luar ruangan alami. Faktor-faktor ini pada dasarnya membentuk dasar dari banyak masalah kulit yang terkait dengan udara kantor.
Baca juga: Atasi kulit kusam dengan vitamin C dari kakadu plum
Baca juga: Lima cara ubah kulit kusam jadi bersinar
Bahkan enam jam paparan di dalam ruangan dapat membuat kulit tampak lebih kasar, lebih merah, lebih kering, dan lebih lelah, dengan pori-pori dan garis-garis halus tampak lebih terlihat dan menonjol. Akibatnya, suatu proses terjadi di dalam kulit yang menyebabkan tekstur kering dan kasar ini.
Menurut Sarkar, TEWL yang lebih tinggi menandakan penghalang kulit yang terganggu, karena peningkatan kehilangan kelembapan ini. Kulit dapat menjadi meradang, kencang, kusam, dan mengelupas setelah berjam-jam berada di dalam ruangan.
Kelembaban yang rendah di dalam ruangan, terutama di ruangan ber-AC, disebutnya menjadi penyebab berikutnya. Dokter kulit tersebut mengamati bahwa kekeringan ini dapat melemahkan matriks lipid di dalam penghalang kulit, yang selanjutnya mempengaruhi lemak esensial di kulit yang disebut ceramide, yang membantu menjaga hidrasi.
Sarkar pun memberikan rekomendasi untuk meletakkan pelembap udara di tempat kerja untuk menambah kelembapan udara dan mengurangi efek pengeringan AC.
Kemudian gunakan ceramide yang dapat membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit, mengunci kelembapan, dan mengurangi kehilangan air yang disebabkan oleh lingkungan dengan kelembapan rendah, serta gunakanlah pembersih ringan tanpa busa yang tidak mengeringkan kulit. Hindari eksfolian yang keras dan pembersihan berlebihan.
Dia juga menganjurkan pekerja untuk mengoleskan serum hidrasi di bawah pelembap untuk meningkatkan retensi air dan mencegah kulit terasa kencang atau mengelupas dan memenuhi kecukupan air sepanjang hari untuk mendukung fungsi kulit dan menjaga ketahanan kulit dari dalam.
Baca juga: Ingin atasi kulit kusam? perbaiki "skin barrier" dulu
Baca juga: Cara atasi jerawat dan kulit wajah kusam
Baca juga: Manfaat ekstrak yuzu untuk halau kulit kusam
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·