UE laporkan suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Brussel (ANTARA) - Dengan kondisi El Nino yang semakin nyata dalam beberapa bulan mendatang, April 2026 mencatatkan suhu permukaan laut tertinggi kedua dalam sejarah untuk samudra-samudra ekstrapolar (extra-polar oceans), sementara bulan tersebut menempati peringkat ketiga secara global sebagai April terhangat, demikian dilaporkan jaringan pemantauan iklim Uni Eropa (UE) pada Jumat (8/5).

Suhu permukaan laut rata-rata di seluruh samudra di dunia antara 60 derajat lintang selatan dan 60 derajat lintang utara mencapai sekitar 21 derajat Celsius? kedua setelah April 2024, ketika peristiwa El Nino terakhir menyebabkan suhu hangat tertinggi yang memecahkan rekor, ungkap Copernicus Climate Change Service (C3S).

Sebagian besar wilayah Pasifik tropis mengalami suhu yang memecahkan rekor untuk bulan tersebut, disertai dengan gelombang panas laut yang kuat, kata C3S.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), El Nino ditandai dengan pemanasan permukaan samudra di Pasifik Khatulistiwa bagian tengah dan timur. Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan, memengaruhi pola suhu dan curah hujan di berbagai kawasan dan umumnya memberikan efek pemanasan terhadap iklim global.

Sementara itu, suhu udara permukaan rata-rata global untuk April 2026 tercatat sebesar 14,89 derajat Celsius, atau 0,52 derajat di atas rata-rata 1991-2020 dan 1,43 derajat di atas tingkat praindustri, urai C3S.

April 2026 menambah sinyal yang jelas tentang pemanasan global yang berkelanjutan, kata Samantha Burgess, wakil direktur C3S.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.