UEFA Skors Gianluca Prestianni Enam Laga Akibat Pelecehan Rasisme

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan sepak bola Eropa UEFA resmi menjatuhkan hukuman skorsing enam pertandingan kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, pada Jumat, 24 April 2026. Sanksi ini diberikan menyusul perilaku diskriminatif terhadap penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior, dalam laga Liga Champions.

Pengumuman resmi dari Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa tersebut mengonfirmasi bahwa pemain asal Argentina itu terbukti melakukan penghinaan rasial saat timnya menelan kekalahan dari raksasa Spanyol. Rekaman televisi memperlihatkan aksi Prestianni yang berulang kali menutupi mulut dengan jersey sebelum melontarkan komentar kepada Vinícius.

Wasit François Letexier sempat menghentikan pertandingan guna mengaktifkan protokol antirasisme FIFA setelah insiden tersebut pecah di lapangan. Dalam cuplikan siaran, rekan setim Vinícius, Kylian Mbappé, terlihat mengonfrontasi Prestianni atas tindakan tersebut, sementara sejumlah pendukung Benfica tertangkap kamera menirukan gerakan monyet.

Prestianni memberikan pembelaan dengan membantah seluruh tuduhan rasisme yang diarahkan kepadanya selama proses penyelidikan.

"interpretou mal o que pensou ter ouvido" ujar Gianluca Prestianni, Pemain Benfica.

Penyerang tersebut berdalih bahwa Vinícius telah salah mengartikan apa yang didengarnya di tengah keriuhan pertandingan. Meski demikian, bukti visual dan laporan di lapangan tetap menjadi dasar kuat bagi UEFA untuk menetapkan hukuman berat bagi sang pemain.

Sementara itu, kabar hukum lainnya datang dari Italia di mana Pengadilan Banding Milan membatalkan vonis tingkat pertama terhadap Mattia Lucarelli dan Federico Apolloni. Keduanya dibebaskan sepenuhnya dari tuduhan pemerkosaan berkelompok terhadap seorang mahasiswa asal Amerika Serikat setelah korban menarik gugatan sipilnya.

Mantan striker timnas Italia sekaligus ayah dari Mattia, Cristiano Lucarelli, menyambut putusan tersebut dengan penuh emosi di luar gedung pengadilan.

"Seus imundos, falsos e vendidos! Vocês nos difamaram por quatro anos. Arruinaram a festa de vocês" cetus Cristiano Lucarelli, Mantan Pemain Timnas Italia.

Mattia Lucarelli dan rekannya sebelumnya sempat berada dalam tahanan rumah sejak 2023 atas tuduhan insiden yang terjadi pada Maret 2022. Dengan keluarnya keputusan banding ini, seluruh tuduhan terhadap kedua atlet serta tiga rekan mereka lainnya dinyatakan gugur oleh majelis hakim.