Penemuan ular piton atau sanca kembang (Malayopython reticulatus) betina raksasa dengan panjang 7,22 meter di wilayah Maros, Sulawesi pada Januari 2026, menjadikannya sebagai ular liar terpanjang yang pernah diukur secara resmi. Dikutip dari Detik iNET, pengukuran ini telah dikonfirmasi oleh Guinness World Records (GWR).
Ular yang diberi nama Ibu Baron ini, jika direntangkan, hampir memenuhi lebar gawang standar FIFA. Menurut perkiraan, panjang aslinya bisa mencapai 7,9 meter jika dalam kondisi rileks total. Penemuan ini memicu perhatian karena ukuran Ibu Baron yang sangat besar, dengan perkiraan berat mencapai 96,5 kg sebelum makan. Jika telah makan mangsa besar, beratnya diperkirakan akan melampaui 100 kg.
Budi Purwanto, seorang konservasionis lokal, saat ini merawat Ibu Baron. Ular ini ditemukan Desember 2025 dan diselamatkan oleh Purwanto dari penemunya.
Diaz Nugraha, seorang pemandu satwa liar dan penyelamat satwa berlisensi dari Kalimantan, bersama Radu Frentiu, seorang penjelajah dan fotografer sejarah alam yang tinggal di Bali, turut hadir untuk memeriksa dan mendokumentasikan ular tersebut. Keduanya mengetahui kabar keberadaan ular dari rumor yang beredar.
Gesekan antara manusia dan ular semakin meningkat, terutama dengan keberadaan spesimen besar seperti Ibu Baron. Dijelaskan Nugraha, kemunculan ular yang makin meningkat disebabkan oleh penyusutan habitat dan minimnya ketersediaan makanan alami, kemungkinan akibat perburuan liar. Hal ini menyebabkan ular sanca lebih sering berinteraksi dengan manusia.
Sanca kembang, secara umum adalah spesies ular terpanjang. Ular betina anaconda hijau yang berasal dari Amerika Selatan dan Tengah memiliki berat badan lebih berat. Ular ini dapat mencapai berat hingga 300 kg setelah makan besar atau dalam kondisi hamil, sehingga GWR mengakui mereka sebagai spesies ular terberat.
Catatan ilmiah mengenai ular sanca kembang terpanjang sebelumnya adalah seekor betina sepanjang 6,95 meter yang ditemukan di Kalimantan Timur pada Agustus 1999. Beberapa laporan juga menyebutkan adanya ular sanca liar yang lebih panjang, tetapi bukti dokumentasinya sangat terbatas atau bahkan tidak ada.
Dalam catatan sejarah, terdapat laporan mengenai sanca kembang yang diburu di Sulawesi pada tahun 1912 dengan klaim panjang 10 meter. Buku referensi reptil bersejarah seperti The Snakes of Malaya karya MWF Tweedie (1954) juga menyebutkan ular sanca yang melebihi 8 meter.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·