UM-PTKIN 2026 Bertransformasi, Hadirkan Simulasi Ujian dan Layanan Ramah Difabel

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Melalui pembaruan tahun ini, panitia berupaya menghadirkan proses seleksi yang lebih ramah teknologi sekaligus mudah diakses seluruh calon mahasiswa, termasuk peserta difabel.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah fitur Simulasi Ujian SSE (Sistem Seleksi Elektronik). Fitur tersebut memungkinkan peserta mengenal antarmuka ujian sebelum pelaksanaan tes berlangsung.

Dengan simulasi itu, peserta diharapkan lebih siap menghadapi ujian luring di lokasi tes dan dapat meminimalisasi kendala teknis maupun rasa gugup saat ujian berlangsung.

Selain menghadirkan simulasi ujian, panitia juga menyediakan data tingkat keketatan program studi pada laman pendaftaran. Informasi tersebut diharapkan membantu calon mahasiswa menentukan pilihan program studi secara lebih rasional dan berbasis data.

“Inovasi tahun ini diharapkan membantu peserta menyusun strategi pendaftaran secara lebih rasional dan berbasis data. Kami juga meningkatkan layanan untuk peserta difabel, mulai dari kemudahan sistem pendaftaran hingga pendampingan saat tes berlangsung,” ujar Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd. Aziz, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.

Dalam sistem seleksi tahun ini, materi ujian juga dirancang lebih menekankan kemampuan penalaran dibanding hafalan.

Tes dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni Tes Bakat Skolastik dan Tes Literasi Multidimensi.

Tes Bakat Skolastik mencakup kemampuan logika, verbal, spasial, dan kuantitatif. Sementara Tes Literasi Multidimensi meliputi literasi bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, kemampuan baca tulis Al Quran, numerasi, hingga pemahaman ajaran Islam moderat.

Penggunaan sistem SSE berbasis digital juga membuat proses seleksi berlangsung paperless, lebih akurat, serta diharapkan mampu menjamin proses seleksi yang adil dan tidak diskriminatif.

Panitia menegaskan PTKIN kini tidak hanya berfokus pada studi keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi kampus yang menawarkan program studi sains, sosial, kesehatan, hingga teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.

“PTKIN bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang tumbuh bagi generasi masa depan Indonesia,” kata Prof. Abd. Aziz. rmol news logo article