Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Arafah pada 26 Mei 2026

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut ibadah sunnah muakkad puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H, yang diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026, demi meraih keutamaan penghapusan dosa selama dua tahun.

Ibadah yang bertepatan dengan momen menjelang Hari Raya Idul Adha ini dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan melatih kesabaran, pengendalian diri, serta peningkatan ketakwaan.

Penjelasan mengenai keutamaan besar dari pelaksanaan ibadah sunnah pada bulan Dzulhijjah tersebut disampaikan oleh pemuka agama dalam kesempatan terpisah.

"Puasa Arafah itu kata Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, salah satu keutamaan utamanya adalah dapat menghapuskan dosa kita selama 2 tahun yaitu dosa sebelum puasa Arafah dan dosa setelah puasa Arafah." ujar Ustaz Agus Khudlori sebagaimana dilansir dari detik.com.

Pernyataan mengenai peluruhan dosa tersebut juga diperkuat oleh dalil sahih dari riwayat hadis mengenai pembagian pengampunan dosa pada hari-hari istimewa.

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” sabda Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam dalam hadis riwayat Muslim yang dilansir dari muslim.or.id melalui telisik.id.

Mengenai cakupan penghapusan dosa tersebut, Imam An-Nawawi beserta para ulama lain menjelaskan bahwa pengampunan umumnya merujuk pada dosa-dosa kecil, sementara dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha.

Selain pengguguran dosa, telisik.id melansir dari NU Online bahwa hari Arafah merupakan waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka serta membanggakan mereka di hadapan para malaikat.

Keutamaan hari tersebut didukung pula oleh kedudukannya yang berada dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah sebagai waktu terbaik sepanjang tahun untuk beramal saleh.

“Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari ini (awal Dzulhijjah).” sabda Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam dalam hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Untuk mengamalkan ibadah ini, umat Islam dapat melafalkan niat pada malam hari sebelum fajar atau di pagi hari sebelum masuk waktu zuhur.

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Yaumil ‘Arafah lillahi ta’ala” merupakan lafaz niat puasa Arafah yang berarti saya berniat puasa sunnah Arafah besok karena Allah Ta'ala.

Masyarakat Muslim kini dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir, dan amal saleh lainnya sembari menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.