Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan intensitas doa serta memohon perlindungan kepada Allah SWT di tengah kekhawatiran global terhadap penyebaran wabah penyakit menular. Dilansir dari Cahaya, perhatian dunia kesehatan saat ini tertuju pada munculnya kasus hantavirus yang menyerang penumpang dan kru kapal pesiar di kawasan Atlantik.
Laporan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa hingga awal Mei 2026, sejumlah kasus infeksi hantavirus telah menyebabkan korban jiwa. Peristiwa tragis ini terjadi pada kapal yang melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju wilayah Atlantik.
Situasi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dunia bahwa ancaman penyakit menular dapat muncul secara tiba-tiba. Dalam ajaran Islam, menghadapi kondisi ini tidak cukup hanya melalui ikhtiar medis, tetapi juga memerlukan pendekatan spiritual sebagai bentuk tawakal.
Rasulullah SAW telah mengajarkan doa khusus bagi umatnya agar terhindar dari berbagai jenis penyakit berat. Salah satu doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk."
Abdul Muhsin Al-Abbad, ulama asal Madinah, menjelaskan bahwa frasa sayyi’il asqam mencakup segala macam penyakit berat yang membahayakan manusia. Hal ini ditegaskan kembali oleh M Syamsul Haqq Al-Azhim Abadi yang menafsirkan penyakit buruk sebagai wabah yang mengganggu kehidupan publik.
Selain itu, terdapat doa lain yang dibaca Nabi saat para sahabat mengalami sakit panas di Madinah. Diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW berdoa:
«اﻟﻠﻬُﻢَّ ﺣَﺒِّﺐْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ اﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻛَﻤَﺎ ﺣَﺒَّﺒْﺖَ ﻣَﻜَّﺔَ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ، ﻭَﺑَﺎﺭِﻙ_ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺻَﺎﻋِﻬَﺎ ﻭَﻣُﺪِّﻫَﺎ، ﻭﺻﺤﺤﻬﺎ ﻟَﻨَﺎ، ﻭَﺣَﻮِّﻝْ ﺣُﻤَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَﻰ اﻟْﺠُﺤْﻔَﺔِ»
Allahumma habbib ilainal madinata kamaa hababta makkata aw asyadda wa baarik lanaa fii shaa’anaa wa muddihaa wa shahhihhaa lanaa wa hawwil hummaahaa ilaal juhfah.
Artinya: "Ya Allah jadikanlah Madinah sebagai kota yang kami cintai seperti Engkau jadikan kami mencintai Makkah, atau lebihkan kecintaan terhadap Madinah. Berkahilah alat timbangan dan alat ukuran Madinah. Bersihkan Madinah dari penyakit. Pindahkan wabahnya ke kota Juhfah." (HR Bukhari dan Muslim).
Mengenal Ancaman Hantavirus
Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang berasal dari hewan pengerat atau tikus. Menurut data Kementerian Kesehatan RI dan WHO, virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan serta organ ginjal manusia.
Penularan biasanya dipicu oleh paparan air liur, urine, atau kotoran tikus yang sudah terkontaminasi. Munculnya kasus di kapal pesiar memicu kekhawatiran karena mobilitas tinggi dalam ruang tertutup dapat mempercepat laju penyebaran penyakit.
David Quammen dalam buku Spillover memaparkan bahwa penyakit zoonosis adalah ancaman kesehatan global yang nyata di era modern. Perpindahan virus dari hewan ke manusia kini terjadi sangat cepat akibat tingginya mobilitas internasional.
Integrasi Ikhtiar dan Tawakal
Islam memandang bahwa menghadapi wabah harus dilakukan dengan ketenangan, bukan kepanikan. Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah menegaskan bahwa menjaga kesehatan dan menghindari kemudaratan adalah prinsip penting dalam agama.
Umat Islam dianjurkan untuk menggabungkan doa dengan langkah nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti arahan tenaga medis. Nabi SAW juga melarang umatnya memasuki atau keluar dari wilayah yang sedang terjangkit wabah demi memutus rantai penularan.
Abdur Rauf Al-Munawi dalam kitab At-Taysir menjelaskan bahwa doa adalah pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Meskipun teknologi pengobatan berkembang pesat, manusia tetap membutuhkan ketenangan batin melalui penghambaan kepada Sang Pencipta.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mencatat bahwa memperbanyak doa perlindungan merupakan bagian dari sunnah harian. Selain itu, menjaga sanitasi rumah dan menghindari area yang terkontaminasi tikus menjadi langkah preventif yang sejalan dengan nilai kebersihan dalam Islam.
Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa musibah atau penyakit dapat menjadi sarana muhasabah diri. Di tengah ancaman wabah baru, doa-doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW tetap relevan sebagai penguat spiritual sekaligus pengingat pentingnya menjaga nikmat kesehatan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·