Umat Kristiani Rayakan Hari Pentakosta 24 Mei 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Umat Kristiani bersiap memperingati Hari Pentakosta yang merupakan salah satu festival besar dalam kalender gereja Kristen. Peringatan ini dilaksanakan setiap hari Minggu, tepat 50 hari setelah perayaan Paskah.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, Hari Pentakosta 2026 jatuh pada Minggu, 24 Mei 2026. Penentuan tanggal ini merujuk pada jadwal Paskah 2026 yang jatuh pada Minggu, 5 April 2026.

Situs Britannica mencatat bahwa Pentakosta merupakan momen penting untuk memperingati turunnya Roh Kudus kepada para Rasul dan murid-murid lainnya. Peristiwa sakral ini terjadi setelah Penyaliban, Kebangkitan, dan Kenaikan Yesus Kristus, sebagaimana termaktub dalam Kisah Para Rasul bab 2.

Sebelum dikenal sebagai hari raya Kristen, Pentakosta berakar dari tradisi Yahudi yang disebut Shavuot. Perayaan Shavuot awalnya dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil panen gandum pertama bagi masyarakat agraris masa itu.

Seiring berjalan waktu, makna Shavuot berkembang menjadi peringatan diterimanya hukum Tuhan oleh Musa di Gunung Sinai. Tradisi ini kemudian bertransformasi menjadi hari raya Kristen yang membawa keyakinan baru bagi para pengikutnya.

Umat Kristiani meyakini bahwa karunia Roh Kudus merupakan dispensasi baru. Kehadiran Roh Kudus dianggap melengkapi serta menggantikan dispensasi dari hukum lama yang sebelumnya dianut.

Awal Mula Peringatan di Gereja

Waktu pasti dimulainya perayaan Pentakosta di lingkungan gereja belum diketahui secara definitif. Namun, catatan sejarah memberikan gambaran periode awal kemunculannya melalui berbagai literatur gereja kuno.

Karya gereja Timur berjudul Epistola Apostolorum menyebutkan bahwa Pentakosta mulai diperingati pada abad ke-2. Di sisi lain, teolog Origen dari Aleksandria dan pendeta Tertullian dari Kartago menyatakan perayaan tersebut baru muncul pada abad ke-3.

Pada masa gereja mula-mula, istilah Pentakosta sering digunakan untuk merujuk pada seluruh periode 50 hari setelah Paskah. Masa ini juga menjadi waktu favorit bagi jemaat untuk melakukan prosesi pembaptisan.

Tradisi di Eropa Utara, khususnya Inggris, mengenal perayaan ini dengan sebutan Minggu Putih atau Whitsunday. Penamaan tersebut merujuk pada pakaian putih khusus yang dikenakan oleh orang-orang yang baru saja menerima baptisan.