Setelah Idulfitri 1447 H, umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Anjuran ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah setelah bulan Ramadan. Pelaksanaan puasa Syawal dimulai pada 2 Syawal dan dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah.
Puasa Syawal memiliki keutamaan luar biasa, bahkan disebutkan setara dengan pahala puasa setahun penuh. Tata cara puasa Syawal pada dasarnya sama seperti puasa biasa, yaitu menahan makan dan minum serta menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dilansir dari Cahaya, puasa Syawal hukumnya sunnah, bukan wajib. Terdapat beberapa ketentuan penting yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah dianjurkan untuk mendahulukan qadha puasa Ramadan jika ada. Puasa sunnah Syawal juga boleh digabung dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis.
Umat Islam dapat berniat puasa Syawal di malam hari atau di pagi hari sebelum tergelincirnya matahari (zuhur) jika belum sempat berniat malam hari, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan puasa Syawal adalah pahala yang setara dengan puasa setahun serta menyempurnakan puasa Ramadan. Selain itu, ibadah ini merupakan tanda istiqamah dalam beribadah. Puasa Syawal bukan hanya amalan tambahan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas keberhasilan menjalani Ramadan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·