Manajer Aston Villa, Unai Emery, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja asisten wasit video (VAR) setelah timnya menelan kekalahan 1-0 dari Nottingham Forest pada leg pertama semifinal Liga Europa, Kamis (30/4/2026).
Kemarahan Emery dipicu oleh keputusan VAR yang tidak mengusir gelandang Forest, Elliot Anderson, menyusul pelanggaran keras terhadap Ollie Watkins di babak pertama yang dinilai membahayakan keselamatan pemain.
Laga di City Ground tersebut diputuskan melalui gol tunggal Chris Wood dari titik penalti setelah tinjauan VAR memastikan adanya pelanggaran handball oleh Lucas Digne, namun insiden tekel Anderson tetap menjadi sorotan utama sang manajer.
"Fantastic, the referee, fantastic," kata Unai Emery, Manajer Aston Villa, kepada TNT Sports.
Pelatih asal Spanyol tersebut memberikan pujian setinggi langit kepada wasit utama Joao Pinheiro, namun ia merasa VAR telah melakukan kelalaian besar karena tidak meminta wasit meninjau ulang tekel Anderson yang mengenai pergelangan kaki Watkins.
"But the VAR is so, so bad. It's a clear red card - I don't understand why the VAR is not calling the referee because it's so clear," tegas Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Emery menganggap insiden itu sangat krusial bagi jalannya pertandingan dan menekankan bahwa tanggung jawab penuh atas kegagalan pengambilan keputusan tersebut terletak pada tim VAR.
"And it's very, very important. It's a huge, huge mistake. VAR is responsible," ujar Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Kekecewaan Emery berlanjut saat ia membandingkan kepemimpinan wasit di lapangan yang menurutnya bekerja dengan sangat profesional sepanjang 90 menit pertandingan berjalan.
"The referee - fantastic, fantastic job, 10 out of 10. I appreciated how he managed the match for 90 minutes," tutur Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Setelah melihat rekaman ulang, Emery mengaku terkejut dengan tingkat keparahan tekel tersebut dan mempertanyakan keberadaan petugas VAR saat momen berbahaya itu terjadi.
"But I watched it back - wow. Huge. He could break his ankle. Wow, VAR - where are you? Please. It is your responsibility, we are professionals. You are doing very bad work because it was so clear for everybody [to see]. He could break his ankle," ungkap Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Emery kembali menegaskan bahwa meskipun ia selalu menghormati wasit, kegagalan sistem pendukung teknologi dalam memberikan keadilan adalah hal yang tidak bisa ia terima.
"I respect the referees always but VAR, I don't understand. It's not fair," tambah Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Mengenai penalti yang membawa kemenangan bagi tuan rumah, Emery mengaku belum melihat tayangannya secara mendalam namun menerima informasi dari pihak lain bahwa keputusan itu tepat.
"The penalty I didn't watch - everyone is telling me it's a penalty," jelas Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Emery kembali mengulang poin-poin kritiknya dan menuntut adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai pengabaian insiden Anderson.
"I watched the action of Anderson on Watkins, and the referee did a fantastic job," kata Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Ia merasa nyaman dengan kepemimpinan wasit, namun bersikeras bahwa VAR memiliki tanggung jawab besar untuk mengintervensi ketika ada risiko cedera serius pada pemain.
"I was so, so feeling comfortable with how he managed the game in 90 minutes, but after watching it again, it is the VAR responsibility," ucap Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Emery menyebut situasi ini sebagai kegilaan karena teknologi yang seharusnya menciptakan keadilan justru gagal mendeteksi pelanggaran yang dianggapnya sudah sangat jelas.
"It is a huge mistake - a huge mistake. Ollie Watkins was close to breaking his ankle. The VAR has a huge responsibility and he must give us an explanation. It is crazy!" lanjut Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Meskipun ia mendukung penggunaan teknologi dalam sepak bola, Emery berpendapat bahwa alat tersebut hanya akan bermakna jika dikelola dengan cara yang benar.
"The ref can't watch it like me. One action like that can break his ankle. The VAR makes sense if they are fair. What is your opinion? Wow," imbuh Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Mantan pelatih Arsenal ini menutup pernyataannya dengan menekankan pengalamannya selama dua dekade di dunia kepelatihan dan dukungannya yang tetap teguh pada sistem VAR asalkan dijalankan secara optimal.
"In football I work 20 years as a coach. Sometimes decisions are tight. I am 100% with VAR, but we must manage it good and in the right way. One action like that, there is no doubt. Where is VAR?" pungkas Unai Emery, Manajer Aston Villa.
Di sisi lain, manajer Nottingham Forest, Vitor Pereira, memuji semangat juang anak asuhnya yang berhasil mengamankan keunggulan untuk dibawa ke Villa Park pekan depan.
"We changed the players but kept the spirit. The mentality to try to win games. The supporters, fantastic, they help us a lot. Next time we face a big battle," kata Vitor Pereira, Manajer Nottingham Forest.
Pereira merasa terhormat bisa memimpin klub bersejarah seperti Forest dan bangga bisa memberikan kegembiraan bagi para pendukung di babak semifinal kompetisi Eropa.
"For me it's an honour to manage this club, to try to help these payers, to see the smiles on the faces of these supporters. To be part of the Nottingham family with a manager in the memory of everyone. I am very proud of my players," ujar Vitor Pereira, Manajer Nottingham Forest.
Terkait jalannya pertandingan, Pereira mengaku telah mempelajari cara meredam serangan Villa setelah hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik musim ini.
"I am proud we played in our way, pressing high but if they attack then reorganise the team in a block. Tactically, we did what we should," jelas Vitor Pereira, Manajer Nottingham Forest.
Ia juga menyoroti bahayanya transisi cepat pemain Villa yang menjadi fokus utama dalam strategi pertahanan timnya selama pertandingan tersebut.
"The transition of Villa is very dangerous, when they drive with the ball at our defensive line, it's a big problem," tutup Vitor Pereira, Manajer Nottingham Forest.
Nottingham Forest akan bertandang ke markas Aston Villa untuk melakoni leg kedua pada 7 Mei 2026 guna memperebutkan tiket ke babak final.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·