Unai Emery Kecam VAR Usai Kekalahan Aston Villa dari Nottingham Forest

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer Aston Villa Unai Emery melayangkan kritik tajam terhadap kinerja VAR setelah timnya menelan kekalahan 1-0 dari Nottingham Forest pada leg pertama semifinal Liga Eropa di City Ground, Jumat, 1 Mei 2026. Emery menilai gelandang lawan, Elliot Anderson, seharusnya dikartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Ollie Watkins.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-31 ketika Anderson melakukan tekel yang mengenai pergelangan kaki Watkins dengan pul sepatu terangkat. Meski pemeriksaan VAR sempat dilakukan oleh Tiago Martins, keputusan wasit lapangan Joao Pinheiro untuk tidak memberikan hukuman tetap dipertahankan.

Emery mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap sistem tinjauan video tersebut dalam wawancara setelah pertandingan berakhir. Meski merasa dirugikan oleh keputusan VAR, pelatih asal Spanyol itu tetap memberikan pujian kepada kepemimpinan wasit utama di lapangan.

"The referee was fantastic, but the VAR was so bad," kata Unai Emery, Manajer Aston Villa kepada TNT Sports.

Kekesalan Emery berlanjut karena ia menganggap pelanggaran tersebut sangat jelas dan membahayakan keselamatan pemainnya. Ia mempertanyakan alasan di balik tidak adanya rekomendasi peninjauan ulang bagi wasit di pinggir lapangan.

"It's a clear red card. I watched it just now. I don't understand why the VAR is not calling the referee because it's so clear," ujar Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Emery menegaskan bahwa kegagalan VAR dalam memberikan hukuman merupakan sebuah kesalahan besar yang tidak bisa diterima. Ia menilai petugas ruang kontrol video memiliki tanggung jawab penuh atas insiden yang diabaikan tersebut.

"I think it's a huge mistake. VAR is responsible," tegas Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Walaupun mengkritik keras asisten video, Emery kembali menekankan bahwa dirinya sangat menghargai performa wasit Joao Pinheiro selama 90 menit laga berjalan. Ia merasa wasit telah mengelola pertandingan dengan sangat baik di atmosfer yang panas.

"The referee was fantastic. He did a fantastic job and I appreciate a lot how he managed the match for 90 minutes," tutur Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Namun, Emery kembali menekankan bahwa kinerja tim VAR sangat buruk karena mengabaikan pelanggaran yang kasat mata bagi semua orang. Hal ini disampaikannya sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang dirasakan skuad The Villans.

"You are professional, but you are doing very bad work because it was so clear for everybody," pungkas Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Dalam konferensi pers setelah laga, Emery mendesak adanya penjelasan resmi terkait keputusan yang dianggapnya gila tersebut. Ia mengkhawatirkan risiko cedera serius yang bisa dialami Watkins akibat aksi berbahaya tersebut.

"It is a huge mistake, a mistake. The VAR has a huge responsibility, and he must give us an explanation. It is crazy," tambah Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Emery menjelaskan bahwa wasit di lapangan mungkin tidak melihat detail kontak sejelas yang bisa dilihat melalui tayangan ulang. Baginya, fungsi VAR seharusnya menjadi alat untuk menegakkan keadilan dalam sepak bola.

"The ref can't watch it like me. One action like that can break his ankle. The VAR makes sense if they are fair. What is your opinion? Wow," cetus Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Meski kecewa, Emery menyatakan bahwa dirinya masih mendukung penuh penggunaan teknologi VAR secara prinsip. Namun, ia menuntut pengelolaan yang lebih baik dan tepat sasaran di masa mendatang agar tidak ada pihak yang dirugikan.

"In football I work 20 years as a coach, sometimes decisions are tight. I am 100 per cent with VAR, but we must manage it good and in the right way. One action like that, there is no doubt. Where is VAR?" tanya Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Beralih ke jalannya pertandingan, Emery menilai Aston Villa sebenarnya tampil cukup baik dan memiliki peluang untuk mencetak gol. Menurutnya, strategi tim untuk meredam tekanan tinggi dari Nottingham Forest berjalan sesuai rencana hingga insiden penalti terjadi.

"We lost but we had our chances to score and we had momentum. We were stopping their high press and the match was going as we planned," ungkap Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Villa mampu bertahan dengan solid dalam menghalau umpan-umpan silang tuan rumah, namun satu momen krusial memberikan lawan peluang untuk meraih kemenangan. Emery juga menyebut belum sempat berbicara dengan Lucas Digne mengenai insiden tertentu di lapangan.

"We defended well, we defended some crosses and the penalty was one action they could get like they did and we lost," ujar Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Laga leg pertama ini berakhir dengan kekalahan tipis bagi Villa, namun Emery mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Ia berencana melakukan analisis mendalam sebelum melakoni pertandingan penentuan di Villa Park pekan depan.

"But we played the first 90 minutes and, of course, we are going to play another 90 minutes at Villa Park," kata Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Terkait kondisi tim, Emery menyatakan akan segera mendiskusikan perasaan dan hasil analisis pertandingan dengan para pemainnya pada hari berikutnya. Hal ini penting untuk menjaga fokus tim tetap terjaga.

"I didn't watch the action and I didn't speak with him [Lucas Digne]. Tomorrow, we will speak about everything we felt and after analysis, we can take something clear," jelas Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Setelah kebobolan, Emery menginstruksikan para pemainnya untuk tidak panik dan tetap berpegang pada rencana permainan. Ia memuji pertahanan lawan yang sangat disiplin dalam menghadapi serangan balik.

"After their goal, the most important thing was not to lose our minds and keep our gameplan. Of course, they were excited and they were pushing and defending well, but they are good in transition as well," papar Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Meskipun gagal mencetak gol penyeimbang dalam sisa waktu yang ada, Emery menekankan pentingnya untuk tidak kebobolan gol kedua. Fokus utama tim saat ini adalah membalikkan keadaan pada pertemuan kedua di kandang sendiri.

"If, in 70 minutes, we didn't score one goal, after the goal, we needed to keep the same idea to draw the match, but more important in that moment was to not concede a goal," urai Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Laga semifinal Liga Eropa ini dipastikan akan berlanjut dengan intensitas tinggi pada minggu depan. Aston Villa harus mengejar defisit satu gol untuk bisa melaju ke babak final.

"The match is not finishing in 95 minutes tonight. The match is continuing next week and we must try to come back with a result," tutup Unai Emery, Manajer Aston Villa.