Uni Emirat Arab Lancarkan Serangan Rahasia ke Kilang Minyak Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan melakukan rangkaian operasi militer rahasia ke wilayah Iran dengan menargetkan infrastruktur energi pada awal April 2026. Langkah ini diambil Abu Dhabi sebagai bentuk respons atas serangan intensif Teheran terhadap fasilitas sipil dan ekonomi mereka sebelumnya.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dirilis pada Selasa (12/5/2026), salah satu dampak paling signifikan dari operasi tersebut adalah lumpuhnya kilang minyak di Pulau Lavan. Serangan yang memicu kebakaran hebat itu terjadi tepat ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mengupayakan pengumuman gencatan senjata.

Keterlibatan langsung militer Emirat dalam medan perang ini memicu eskalasi baru di kawasan Teluk. Teheran merespons dengan meluncurkan rudal balistik serta pesawat nirawak ke arah wilayah kedaulatan UEA dan Kuwait sebagai tindakan balasan.

Pemerintah Amerika Serikat secara tertutup menyambut baik langkah agresif UEA tersebut. Pejabat di Washington mengonfirmasi bahwa pemerintahan Trump memang mengharapkan peran militer yang lebih aktif dari negara-negara mitra di Teluk untuk menghadapi pengaruh Teheran.

Data intelijen menunjukkan bahwa UEA kini menjadi target utama Iran dengan total lebih dari 2.800 serangan drone dan rudal sejak Februari 2026. Angka ini bahkan melampaui frekuensi serangan Iran yang diarahkan ke wilayah Israel dalam periode yang sama.

Dampak ekonomi di Abu Dhabi mulai terasa signifikan akibat rentetan serangan balik tersebut. Para pejabat setempat melaporkan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perubahan mendasar dalam doktrin keamanan nasional mereka.

"Juga memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, menjadi pandangan yang kini melihat Iran sebagai aktor jahat yang bertekad merusak model ekonomi dan sosial negara yang berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan serta stabilitas," cetus pejabat UEA tersebut.

Penguatan militer UEA tidak lepas dari kerja sama pertahanan yang semakin intim dengan Israel. Laporan media menyebutkan bahwa Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan PM Benjamin Netanyahu telah berkoordinasi langsung untuk pengerahan sistem pertahanan Iron Dome guna melindungi aset vital Emirat.

"Sangat signifikan untuk mendapati sebuah negara Teluk menjadi pihak yang berperang yang menyerang Iran secara langsung. Teheran sekarang akan berupaya untuk semakin memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Teluk Arab lainnya yang mencoba memediasi diakhirinya perang," kata analis Timur Tengah, Dina Esfandiary.

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan pernyataan resmi terkait detail serangan di Pulau Lavan. Otoritas Abu Dhabi hanya menegaskan kembali hak mereka untuk melakukan pembelaan diri terhadap setiap tindakan permusuhan asing.

"Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada setiap agresi," tulis Qalibaf.

"Negara itu kini lebih bersedia dari sebelumnya menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan kepentingan ekonominya," demikian isi laporan tersebut.