Unpatti perkuat riset kepulauan untuk kebutuhan pembangunan daerah

Sedang Trending 44 menit yang lalu
PS-PKBM diharapkan menjadi jembatan antara kampus, pemerintah dan masyarakat

Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon memperkuat pengembangan riset berbasis kepulauan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah melalui pembentukan Pusat Studi Pengelolaan Kawasan Berbasis Masyarakat (PS-PKBM) yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi penelitian berbasis data di Maluku.

Rektor Universitas Pattimura Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Minggu, mengatakan pembentukan PS-PKBM merupakan langkah strategis kampus dalam menghubungkan hasil riset akademik dengan kebutuhan masyarakat serta pemerintah daerah, khususnya pada wilayah pesisir dan kepulauan.

"Ini bukan hanya pusat studi, tetapi instrumen transformasi yang menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Unpatti harus mampu memberi kontribusi nyata, terutama bagi wilayah pesisir," katanya.

Menurut dia, kehadiran PS-PKBM menjadi bagian dari komitmen Unpatti sebagai perguruan tinggi berbasis kepulauan yang berperan aktif mendukung pembangunan daerah melalui penelitian, pendampingan masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Baca juga: Unpatti gandeng YAIJ buka peluang pertukaran mahasiswa ke Eropa

Ia menjelaskan, pusat studi tersebut akan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan berbagai fakultas, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merumuskan model pengelolaan kawasan yang berkelanjutan dan sesuai karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan.

"PS-PKBM diharapkan menjadi jembatan antara kampus, pemerintah dan masyarakat sehingga setiap kebijakan pembangunan dapat didukung oleh kajian ilmiah yang kuat dan berbasis kebutuhan lapangan," ujarnya.

Ketua Tim Kelompok Kepakaran dan Laboratorium Program Studi Arsitektur Unpatti, Dr Adrian SM Walangitan, mengatakan pusat studi tersebut dibentuk untuk menyatukan berbagai keahlian dalam satu kerangka penelitian yang berkelanjutan.

Menurut dia, PS-PKBM akan menjadi rumah besar bagi para peneliti dari bidang arsitektur, perikanan, pertanian, ekonomi, sosial, kehutanan hingga hukum guna menghasilkan model pengelolaan kawasan berbasis masyarakat yang relevan dengan kondisi Maluku.

Baca juga: Wakil MPR RI ajak mahasiswa tangkap peluang di tengah disrupsi global

"Melalui kolaborasi multidisiplin, kami ingin menghadirkan solusi pengelolaan kawasan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat," katanya.

Pengukuhan PS-PKBM turut mendapat dukungan dari kalangan akademisi nasional. Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof I Wayan Widiada, menilai langkah Unpatti sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong penguatan riset untuk menjawab kebutuhan daerah.

"Kawasan berbasis masyarakat adalah masa depan pembangunan daerah. Unpatti memiliki sumber daya dan posisi strategis untuk menjadi pusat rujukan nasional dalam pengelolaan kawasan berbasis masyarakat di wilayah kepulauan," ujarnya.

PS-PKBM ditargetkan menghasilkan berbagai luaran strategis, antara lain peta potensi kawasan pesisir dan kepulauan, model pengelolaan ruang berbasis masyarakat, kajian ilmiah untuk mendukung kebijakan daerah, program pemberdayaan masyarakat berbasis riset, serta penguatan kerja sama dengan kementerian dan lembaga nasional.

Pembentukan pusat studi tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi kampus menuju perguruan tinggi riset berkelas nasional yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Maluku.

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI jamin studi S2 pada lulusan terbaik Unpatti

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.