Polisi memperbarui data korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa (28/4) siang, tercatat 15 orang meninggal dunia.
"15 meninggal dunia sampai siang ini," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dokter Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.
Sementara itu Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartonmo mengatakan proses identifikasi terhadap para korban sudah mulai dilakukan.
Menurutnya, kondisi para korban tergolong utuh. “Kita secepatnya kita identifikasi. Karena kondisi jenazahnya relatif utuh,” tambah dia.
Namun demikian, ada kendala dalam proses identifikasi. Salah satunya terkait data identitas korban yang tidak langsung terdeteksi dalam sistem.
“Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di MAMBIS-nya (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System) tidak keluar identitasnya. Tapi ini kita lagi dalami lagi,” ungkap Prima.
Bertambah dari Sebelumnya 14
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang. Para korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sedangkan jumlah korban luka-luka 84 orang. Penanganan korban luka dilakukan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Selain evakuasi korban, KAI juga mengamankan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang tersebut kini berada di layanan lost and found dan didata bersama pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.
Untuk membantu keluarga korban, KAI membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga penumpang juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·