Veda Ega Pratama Andalkan Modal Dua Kemenangan di Sirkuit Mugello

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama membidik hasil maksimal dalam seri ketujuh Moto3 di Sirkuit Mugello, Italia, pada Minggu (31/5/2026), dengan modal rekor impresif di lintasan tersebut. Gelaran ini menjadi momen krusial bagi Veda untuk menembus posisi tiga besar klasemen sementara.

Dilansir dari radarkaur.disway.id, pebalap tanah air tersebut memiliki catatan historis yang sangat baik lewat empat kali penampilan di Sirkuit Mugello selama berkompetisi di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup musim 2024 dan 2025.

Pada musim debutnya di tahun 2024, Veda berhasil menyelesaikan dua balapan di Mugello dengan finis di urutan kelima dan kedelapan. Performa tersebut meningkat drastis pada musim 2025 ketika ia sukses menyapu bersih podium pertama dalam dua balapan berturut-turut.

Kemenangan perdana diraih pada Race 1 musim 2025 dengan catatan waktu 26 menit 31,484 detik dan kecepatan tertinggi menyentuh 226,4 kilometer per jam.

"Tak ada rencana, saya hanya memacu motor secepat yang saya bisa. Di tikungan terakhir dan melaju ke garis finis, saya tak mengira lawan akan mendapat slipstream. Saya hanya menundukkan kepala dan melaju secepat yang saya bisa," ujar Veda Ega Pratama.

Setelah meraih kemenangan pertama tersebut, pebalap yang kala itu masih berusia 16 tahun langsung mengevaluasi gaya balapnya untuk menghadapi balapan berikutnya.

"Saya mengubah gaya balap saya sedikit, kami akan berpikir lagi untuk besok hari, mungkin kami tak akan mengubah apapun. Tentu saja, saya ingin menang lagi," kata Veda Ega Pratama.

Target tersebut terbukti keesokan harinya pada Race 2, di mana ia kembali naik podium tertinggi setelah mencatatkan waktu 26 menit 44,347 detik dengan top speed mencapai 227,8 kilometer per jam. Hasil maksimal di Italia ini mengantarkan Veda mengakhiri kompetisi musim tersebut sebagai runner-up klasemen di bawah Brian Uriarte.