Kementerian Kesehatan Vietnam memperketat pengawasan dan kesiapsiagaan di seluruh pintu masuk perbatasan serta fasilitas medis guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit virus ebola pada Minggu (24/5/2026).
Langkah ini diambil setelah adanya laporan resmi dari Menteri Kesehatan Vietnam Dao Hong Lan kepada jajaran pimpinan tinggi negara mengenai situasi dan upaya pencegahan penyakit infeksi akut berbahaya tersebut.
Ebola dikategorikan sebagai penyakit menular berbahaya Grup A dengan tingkat kematian mencapai 90 persen yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh manusia atau hewan yang terinfeksi.
Menteri Kesehatan Dao Hong Lan menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperketat skrining penumpang dari negara terdampak wabah, seperti Republik Demokratik Kongo dan Uganda, serta meminta mereka memantau kesehatan mandiri selama 21 hari.
Selain itu, Institut Kebersihan dan Epidemiologi Pusat serta Institut Pasteur di Ho Chi Minh City telah disiagakan dengan laboratorium tingkat biosafety 3 untuk mendiagnosis virus melalui pengurutan genom.
Kementerian Kesehatan Vietnam memastikan kapasitas pengujian dalam negeri telah siap, sementara reagen diagnostik spesifik standar WHO saat ini sedang dalam proses pengiriman ke negara tersebut.
Pada hari yang sama, Departemen Pemeriksaan dan Pengobatan Medis juga mengeluarkan perintah darurat kepada seluruh rumah sakit untuk memperketat pengendalian infeksi serta melakukan isolasi ketat terhadap kasus yang dicurigai.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·