Viral Anak Hilang Justru Tertawa Ceria di Kantor Polisi, Ini Kisah di Baliknya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Anak Hilang: Shutter Stock

Sebuah video pengumuman anak hilang dari Pos Polisi Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, mendadak viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, video tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan sosok anak perempuan yang tidak tampak takut ataupun menangis seperti kebanyakan anak yang tersesat.

Sebaliknya, ia justru terlihat ceria, santai, bahkan penuh gaya saat berada di kantor polisi. Sikapnya yang tak biasa itu pun membuat banyak warganet penasaran dengan cerita di balik kejadian tersebut.

Kronologi Anak Berjalan Sendiri hingga ke Simpang

Kepada kumparanMOM, sang ibu, Rizky Maimunah Sari, membagikan kronologi kejadian yang sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa saat itu anaknya, Azkiya, ingin ikut pergi ke sekolah bersamanya. Rizky yang merupakan seorang guru, menolak keinginan Azkiya karena dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

instagram embed

Rizky lantas menyarankan Azkiya untuk ikut pergi bersama neneknya ke pasar. Sepulang dari pasar, Azkiya boleh menjemputnya di sekolah usai mengajar.

Namun, rencana tersebut berubah. Nenek Azkiya ternyata tidak jadi pergi ke pasar karena harus melayat. Azkiya lantas meminta diantar oleh tantenya, tetapi tidak ada kendaraan yang bisa digunakan saat itu.

Ia pun diminta untuk tetap di rumah atau bermain ke rumah tetangga. Sayangnya, Azkiya memilih berjalan kaki seorang diri hingga ke simpang jalan karena kesal.

“Ternyata dia tetap berjalan kaki sampai ke simpang, karena kesal tidak diantar,” ucap Rizky kepada kumparanMOM, Senin (4/5).

instagram embed

Azkiya Anak yang Sangat Aktif

Rizky menyebut Azkiya memang anak yang sangat aktif. Ia bisa sangat ceria, namun terkadang juga bersikap tegas dan berkeinginan kuat. Berbeda dengan kakaknya yang cenderung lebih pemalu.

Sebelum peristiwa ini, Rizky mengatakan bahwa Azkiya hanya pernah hilang sesaat dari pengawasan, namun tidak sampai sejauh ini.

Sebagai langkah antisipasi, orang tua kini telah memberikan arahan lebih tegas kepada anak, sekaligus meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dia (Azkiya) sudah diberi arahan sama ayahnya dan kami pun sebagai orang tua harus super ekstra lagi lah jaganya,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk selalu memastikan anak berada dalam pengawasan, terutama saat berada di luar rumah.

kumparan post embed