Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan Hampir 300 Jiwa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

WABAH campak di Bangladesh terus meluas dengan jumlah korban jiwa mendekati 300 orang. Otoritas kesehatan setempat pada Ahad melaporkan 10 anak kembali meninggal, sehingga total kematian sejak pertengahan Maret 2026 mencapai 294 orang.

Seperti dilansir Anadolu, Dalam laporan resmi Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan setempat, lebih dari 1.260 kasus baru tercatat dalam 24 jam terakhir. Dengan tambahan tersebut, total kasus infeksi kini melampaui 45.800.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ibu Kota Dhaka menjadi wilayah paling terdampak dengan 149 kematian. Lonjakan kasus juga mendorong pasien dari daerah pedesaan berdatangan ke Dhaka untuk mendapatkan perawatan lanjutan, termasuk fasilitas penunjang hidup.

Situasi kian diperparah oleh kelangkaan alat uji di tengah penyebaran wabah secara nasional. World Health Organization (WHO) sebelumnya menyatakan infeksi campak telah menjangkau 58 dari 64 distrik di Bangladesh atau sekitar 91 persen wilayah, yang menunjukkan “penularan luas secara nasional.”

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program vaksinasi khusus. Sejak April, lebih dari 16,23 juta anak telah menerima imunisasi. Namun, WHO menilai wabah ini dipicu oleh menurunnya cakupan vaksinasi, terutama akibat kekosongan stok vaksin secara nasional pada periode 2024 hingga 2025.

Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan terutama menyerang anak-anak. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kematian, terutama pada anak yang mengalami kekurangan gizi atau belum mendapatkan vaksin. Secara global, campak masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.