Sebanyak 445 jemaah haji kloter 3 asal Kabupaten Bogor resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Kamis (23/4/2026) pagi. Keberangkatan rombongan calon tamu Allah ini dilepas langsung oleh pemerintah daerah setempat untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah bahwa pada pagi ini kloter 3 untuk Kabupaten Bogor, jemaah Haji, calon-calon tamu Allah diberangkatkan berjumlah 445," kata Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade).
Ade Ruhandi menjelaskan bahwa distribusi keberangkatan jemaah asal wilayah ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan terbagi ke dalam delapan kelompok terbang. Total kuota jemaah yang terjadwal berangkat dari Kabupaten Bogor pada tahun ini mencapai 2.504 orang.
"Dari jumlah 2504 dibagi 8 kloter, jadi ini kloter pertama Kabupaten Bogor, tapi sekarang ini kloter 3," jelas Jaro Ade.
Pemerintah daerah menitipkan pesan agar masyarakat turut mendoakan keselamatan serta kesehatan para jemaah selama berada di Arab Saudi. Harapannya, seluruh jemaah dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
"Di samping tentu memohon doa kepada seluruh jemaah untuk masyarakat Kabupaten Bogor untuk bangsa dan negara, terutama terkait dengan persoalan karena ada geopolitik di Timur Tengah," sebut Jaro Ade.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen melakukan pengawasan melekat melalui berbagai satuan kerja perangkat daerah guna memantau kondisi jemaah di lapangan. Selain itu, terdapat upaya koordinasi dengan kementerian terkait untuk meningkatkan alokasi kuota pada musim haji mendatang.
"Kita mohon bahwa di 2027 nanti jemah Kabupaten Bogor insyaallah dengan kerja keras nanti Pak Bupati, pemerintah daerah dengan Kementerian Haji agar bisa bertambah," beber Jaro Ade.
Pihak pemerintah mengakui adanya penurunan kuota haji secara nasional yang berdampak pada panjangnya antrean keberangkatan di berbagai daerah. Meski demikian, Kabupaten Bogor tetap mendapatkan porsi pemberangkatan bagi ribuan warga yang telah lama menanti.
"Karena kita tahun ini memang semua kabupaten kota kan turun. Jadi begitu banyaklah antrian-antrian jemah haji yang harusnya berangkat. Tapi untuk Kabupaten Bogor Alhamdulillah masih bisa pemberangkatan 2.504," sambung Jaro Ade.
Data profil jemaah yang berangkat menunjukkan keberagaman usia, mulai dari remaja hingga lansia yang telah mengantre belasan tahun. Jemaah termuda tercatat berusia 17 tahun, sementara jemaah tertua menyentuh usia 88 tahun.
"Ada yang paling muda 17, karena itu juga satu keluarga. Yang paling tua itu tadi usia 88 tapi karena menunggu cukup lama, 12 tahun, ada yang 14 tahun. Jadi tadi walaupun udah kelihatan tua, oh semangatnya luar biasa," pungkas Jaro Ade.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·