Wakil Gubernur DKI Jakarta Pastikan Trem Kembali Beroperasi di Kota Tua

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana ambisius untuk menghadirkan kembali trem sebagai moda transportasi di kawasan bersejarah Kota Tua. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan pengoperasian kembali trem ini menjadi bagian integral dari agenda revitalisasi wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Kabarmalam.com pada Kamis (9/4/2026).

Pengumuman tersebut disampaikan Rano Karno dalam diskusi bertajuk ‘Intimate Dialogue Kota Tua Update’ yang diselenggarakan di Balai Kota Jakarta. Menurutnya, trem bukan sekadar elemen estetika, melainkan pilar utama dalam menciptakan kawasan rendah emisi yang modern sekaligus mempertahankan nilai sejarah.

Rano Karno mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan proyek ini. Ia berbagi pengalaman masa kecilnya yang sempat menikmati perjalanan trem dari Pasar Baru menuju Kota Tua. Memori inilah yang diharapkan dapat dihidupkan kembali untuk warga Jakarta generasi sekarang.

“Dulu waktu saya umur delapan tahun, saya masih sempat merasakan naik trem. Jika moda ini kita bangun lagi di Kota Tua, dampaknya ganda: kita bisa menekan tingkat polusi lewat transportasi ramah lingkungan sekaligus menghidupkan kembali atmosfer Jakarta tempo dulu yang sangat ikonik,” tutur Rano.

Meski mengusung konsep klasik, pembangunan jalur trem ini akan mengedepankan aspek fungsionalitas dan integrasi dengan sistem transportasi modern lainnya. Pemprov DKI Jakarta memastikan desain jalur trem akan selaras dengan jalur MRT Jakarta yang direncanakan melintasi kawasan yang sama di masa depan.

Tim terkait sedang menggodok detail penyelarasan atau alignment bersama pihak MRT untuk mencegah tumpang tindih infrastruktur dan fungsi. Sinkronisasi ini menjadi kunci agar sistem transportasi publik dapat terintegrasi dengan sempurna.

“Kami harus mendesain ini secara bersama-sama dengan tim MRT, karena area tersebut juga akan menjadi jalur utama mereka. Sinkronisasi adalah kunci agar transportasi publik kita terintegrasi dengan sempurna,” jelas Rano Karno.

Rencana pengoperasian trem merupakan bagian dari cetak biru penataan kawasan Kota Tua yang dibagi menjadi tiga zona strategis: zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Prioritas utama revitalisasi akan difokuskan pada zona inti yang mencakup area seluas sekitar 80 hektare.

Wilayah krusial seperti Alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari masuk dalam daftar prioritas perbaikan aksesibilitas dan fasilitas. Rano menegaskan bahwa esensi dari revitalisasi ini bukan hanya mempercantik tampilan bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup serta mobilitas warga dan wisatawan.

Dengan perencanaan yang matang, diharapkan Kota Tua akan bertransformasi menjadi kawasan warisan budaya kelas dunia yang lebih hijau, nyaman, dan kaya akan nilai sejarah.