Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan transformasi dalam aktivitas ekspor membutuhkan ekosistem yang kuat.
“Transformasi ekspor tidak dapat berjalan hanya dengan slogan atau kebijakan umum semata transformasi ini membutuhkan ekosistem yang kuat,” katanya dalam agenda Peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin.
Salah satu fondasi yang penting dari ekosistem ialah kebutuhan data sebagai sumber kekuatan baru. Dengan begitu, negara dan pelaku usaha yang mampu membaca dengan baik akan lebih cepat membaca peluang pasar dan memahami rantai pasok global.
Selain itu, adanya data dapat membantu dalam menentukan strategi yang tepat dalam perdagangan.
“Sebaliknya, tanpa data yang kuat, kebijakan seringkali menjadi kurang presisi, investasi menjadi kurang terarah, dan peluang pasar banyak yang tidak termanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, sekiranya data tersedia saya rasa ini akan membuat kita lebih mampu lagi untuk bisa memberikan pemahaman atau kajian yang mendalam mengenai potensi-potensi yang ada,” ungkap Febrian.
Dashboard Potensi Ekspor Indonesia sendiri digunakan untuk memperluas akses informasi perdagangan, mendukung transformasi kebijakan ekspor yang sejalan dengan transformasi digital, memperkuat diversifikasi produk-produk hilirisasi industri dan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global, serta menjadi dasar pengambilan keputusan dan langkah-langkah strategis yang lebih tepat dan berbasis data guna mendukung pengembangan potensi ekspor Indonesia.
Selain itu, Dashboard Potensi Ekspor bertujuan untuk menyediakan informasi tentang potensi ekspor yang ada di setiap daerah, mengidentifikasi produk-produk unggulan, pasar ekspor potensial, dan memetakan kinerja ekspor yang dihitung berdasarkan berbagai indikator dan analisis.
Bagi kementerian/lembaga di tingkat nasional, dashboard ini menjadi basis data bersama dalam perumusan kebijakan, sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, mendukung strategi promosi, diversifikasi ekspor, dan penguatan perdagangan antar wilayah, serta pemantauan target ekspor nasional secara terpadu.
Adapun bagi pemerintah daerah, dashboard ini hadir sebagai instrumen analitik, strategi untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan ekspor, menentukan prioritas produk dan pasar, serta menilai kesiapan dan daya saing wilayah.
Sementara bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan para pelaku usaha lainnya, dashboard ini membuka akses bagi pasar global, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam mengidentifikasi produk-produk unggulan, pasar potensial, dan strategi peningkatan nilai tambah.
Para pelaku usaha di daerah juga dapat dibantu oleh dashboard guna memahami HS Code (kode internasional standar yang digunakan untuk mengklasifikasikan barang secara global), dan beberapa standar-standar yang perlu diikuti seperti SNI (Standar Nasional Indonesia), HACCP (sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan), serta sertifikasi halal.
Baca juga: Bappenas: Transformasi ekonomi tercermin dari struktur produksi-ekspor
Baca juga: BP BUMN: Danantara Sumber Daya Indonesia resmi jadi BUMN
Baca juga: Wamendag: Indonesia memiliki kekayaan potensi ekspor sangat besar
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·