Wali Kota Jakut ajak masyarakat aktif pilah sampah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengajak masyarakat aktif memilah sampah sejak dari sumbernya guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang sekaligus mendukung target pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata Hendra Hidayat kegiatan Deklarasi Jakarta Utara 100 persen Pilah Sampah yang digelar di Kelurahan Semper Timur Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan deklarasi ini juga merupakan langkah lanjutan dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah.

Dirinya berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta Utara,” kata dia.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa kegiatan pilah sampah dari sumber ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow ke berbagai wilayah untuk memastikan program pilah sampah berjalan secara sistematis dan terukur.

“Kami bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan roadshow dari satu wilayah ke wilayah lain untuk memastikan rencana pengelolaan sampah dapat berjalan secara sistematis dan terukur,” kata dia.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 63,41 persen pada tahun 2026.

Menurut dia satu langkah utama untuk mencapai target tersebut adalah dengan menghentikan praktik pembuangan terbuka (open dumping), termasuk di Jakarta.

Menurutnya, Jakarta yang menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari dan membutuhkan penanganan yang bertahap dan terencana.

“Kami berharap hingga Agustus 2026, Jakarta sudah mampu mengurangi sampah organik yang dikirim ke Bantar Gebang. Kemudian pada akhir Desember 2026, tidak ada lagi sampah organik yang dikirim ke sana,” kata dia.

Selanjutnya pada tahun 2027 ditargetkan hanya sampah residu yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, sementara sampah lainnya sudah ditangani di sumbernya.

Baca juga: Rekosistem perkuat ekonomi sirkular lewat skema poin dan mitra pabrik

Baca juga: "Waste station" hadir di MRT Blok M, ajak warga pilah sampah di ruang publik

Baca juga: Menteri LH: Warga Jakarta harus transformasi pengolahan transformasi

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.