Wamen ESDM tegaskan tidak ada kesengajaan dalam 'blackout' Sumatera

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Enggak, itu tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan tidak ada kesengajaan dalam peristiwa “blackout” atau pemadaman listrik massal di Sumatera yang terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB.

“Enggak, itu tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam,” ujar Yuliot ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin.

Yuliot menyampaikan blackout Sumatera disebabkan oleh jaringan transmisi yang tersambar petir di Jambi.

Dengan adanya sambaran petir tersebut, tutur Yuliot, kestabilan sistem kelistrikan Sumatera pun terdampak. Terlebih, daya yang dialirkan oleh PLN ke Sumatera bagian utara mayoritas berasal dari Sumatera bagian selatan.

“Jadi, pada saat itu kejadian, seluruh sistem itu terjadi blackout,” ucap Yuliot.

Selaras dengan pernyataan Yuliot, Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, menjelaskan terjadi fenomena “power swing” di sistem kelistrikan Sumatera akibat hujan lebat, petir dan angin kencang yang menimbulkan gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri (terletak di Muaro Jambi, Jambi).

Fenomena tersebut lantas disusul dengan “trip” atau pemutusan aliran listrik sebagai mekanisme keamanan, yang akhirnya menyebabkan ‘blackout’ di berbagai wilayah Sumatera.

Baca juga: PLN: Listrik di Provinsi Riau pulih 100 persen

Baca juga: PLN lakukan pengawasan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatera

“Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang. Tetapi pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut dan Aceh mengalami pemadaman,” kata Edwin.

PLN kemudian melakukan pemeriksaan ihwal gangguan fisik, sebelum menormalkan sistem transmisi.

Ketika sistem transmisi normal, maka berikutnya PLN beralih ke sistem pembangkitan. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, PLN telah menormalkan 176 gardu induk yang sempat terdampak. Sejalan dengan proses penormalan tersebut, pasokan listrik kepada pelanggan kembali pulih secara bertahap.

Di sisi lain, Bareskrim Polri juga telah memastikan tidak ada sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatera pada Jumat (22/5).

Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwa pada lokasi investigasi, tim gabungan menemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ucapnya.

Baca juga: PLN: Sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal

Baca juga: PLN UID Sumut lakukan percepatan penormalan pasokan listrik

Baca juga: PLN sebut "blackout" Sumatera disebabkan oleh cuaca buruk

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.