Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan Sekretaris Negara Amerika Serikat Marco Rubio pada Kamis, 30 April 2026, guna membahas persiapan pertemuan puncak antara Donald Trump dan Xi Jinping. Diplomasi ini dilakukan di tengah ketegangan isu Taiwan dan konflik Timur Tengah yang terus menjadi fokus kedua negara.
Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan berlangsung di Beijing pada pertengahan Mei mendatang. Berdasarkan laporan Reuters, percakapan ini menjadi komunikasi publik pertama bagi keduanya sejak dimulainya serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari lalu.
Wang Yi menggarisbawahi bahwa masalah Taiwan merupakan poin risiko terbesar sekaligus kepentingan inti bagi Beijing dalam hubungan bilateral. Ia mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memegang teguh komitmen yang telah disepakati demi membuka ruang kerja sama baru.
"The Taiwan issue concerns China's core interests," kata Wang Yi, Anggota Politbiro Partai Komunis China.
Diplomat senior China tersebut menambahkan bahwa stabilitas yang telah dicapai dengan susah payah harus terus dijaga melalui manajemen perbedaan yang tepat. Ia menekankan pentingnya visi strategis dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan.
"Under the strategic guidance of President Xi Jinping and President Trump, China-U.S. relations have generally remained stable," ujar Wang Yi.
Menlu Wang Yi juga menyerukan agar kedua pihak memperluas area kerja sama demi memenuhi ekspektasi komunitas internasional. Ia memandang diplomasi antar-pemimpin negara sebagai jangkar utama dalam menstabilkan hubungan Washington dan Beijing.
"Both sides should safeguard the hard-won stability, make good preparations for agendas of important high-level interactions, expand cooperation, and manage differences," tutur Wang Yi.
Di sisi lain, Sekretaris Negara Marco Rubio memberikan pandangannya mengenai urgensi komunikasi berkelanjutan. Dilansir dari Dimsum Daily, Rubio menyebut hubungan Amerika Serikat dan China sebagai hubungan bilateral paling signifikan di dunia saat ini.
"the biggest point of risk" ucap Marco Rubio.
Rubio menegaskan perlunya koordinasi yang kuat dan penghormatan bersama dalam menangani perbedaan pendapat. Langkah ini dinilai krusial untuk meletakkan landasan bagi interaksi tingkat tinggi selanjutnya serta mengejar stabilitas strategis global.
"important high-level exchanges" kata Marco Rubio.
Kedua pejabat tersebut juga bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah, meskipun laporan resmi dari Kementerian Luar Negeri China tidak merinci detail pembahasan tersebut. Hubungan kedua ekonomi terbesar dunia ini sebelumnya sempat mereda setelah tercapainya gencatan senjata tarif pada Oktober tahun lalu.
"keep its promises and make the right choices in order to open up new space for China-U.S. cooperation and make due efforts for world peace" ujar Wang Yi.
Terakhir, Wang Yi mengingatkan agar proses persiapan agenda pertemuan puncak dilakukan dengan matang untuk memastikan hasil yang konstruktif bagi kedua negara.
"right choice" kata Wang Yi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·