Warga Atlanta Kenang Remaja Korban Penembakan di Ebenezer Baptist Church

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Keluarga bersama masyarakat berkumpul di Ebenezer Baptist Church pada Sabtu (18/4) untuk merayakan kehidupan Tianah Robinson, remaja 16 tahun yang tewas dalam insiden penembakan di Piedmont Park. Peristiwa tragis yang menimpa siswi tersebut terjadi tepat dua pekan lalu setelah perayaan 404 Day di Atlanta, Georgia.

Upacara peringatan ini diwarnai dengan kenangan akan sosok Tianah yang dikenal sangat mencintai keluarganya, pertunjukan musikal, warna hijau, dan memiliki hobi mengepang rambut. Remaja tersebut diketahui memiliki cita-cita untuk menjadi seorang teknisi ultrasonografi sebelum hidupnya terhenti akibat kekerasan senjata.

Kakak perempuan Tianah mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam saat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang adiknya dalam suasana penuh haru tersebut.

"The silence is too loud without you, my baby sister," ujar kakak Tianah Robinson.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan mencari orang-orang yang dicurigai terkait dengan penembakan tersebut. Wali Kota Atlanta, Andre Dickens, turut hadir di tengah para pelayat dan memberikan pernyataan mengenai kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka.

"Every morning, you get your child ready, they get themselves ready, and you see them walk out that door. And you pray that they are coming back to you," kata Andre Dickens, Wali Kota Atlanta.

Dickens menegaskan komitmennya sebagai pemimpin kota sekaligus sosok ayah dalam mengupayakan keamanan bagi warga dari ancaman kekerasan serupa di masa depan.

"I am not at peace. What I am is committed. Committed the way a father is committed when he looks at his daughter and knows in his bones that her life is worth everything," tambah Andre Dickens.

Selain pihak keluarga dan pejabat kota, tokoh agama yang hadir juga mendesak adanya perubahan nyata untuk menghentikan peredaran senjata ilegal dan kekerasan yang terus memakan korban jiwa dari kalangan muda.

"A 16-year-old girl should not be killed by gun violence for simply being present. So as we honor Tianah, we don’t just mourn, we speak up. We call for real action against gun violence," tegas Rev. Donovan Pinner.

Keluarga Robinson menyampaikan harapan mereka agar warisan dan kenangan tentang Tianah dapat menjadi pemicu perubahan besar di masyarakat. Mereka berharap tidak ada lagi keluarga lain yang harus merasakan duka mendalam akibat kehilangan anak yang dicintai secara tragis seperti yang mereka alami saat ini.