Aksi solidaritas bintang muda Barcelona Lamine Yamal yang mengibarkan bendera Palestina saat parade juara LaLiga pada Senin (11/5/2026) mendapat respons luas di Jalur Gaza. Keberanian pemain berusia 18 tahun tersebut diabadikan dalam bentuk mural pada dinding rumah sakit yang telah hancur.
Dilansir dari Detik Sport, Yamal membawa bendera tersebut di atas bus terbuka yang mengelilingi kota Barcelona guna merayakan kesuksesan klub. Langkah jebolan akademi La Masia ini memicu reaksi beragam dari berbagai pihak, termasuk dari internal manajemen klub sendiri.
Pelatih Barcelona Hansi Flick menyatakan ketidaksukaannya terhadap keputusan sang pemain untuk melakukan aksi politik tersebut. Meski demikian, Flick tidak memberikan larangan resmi atau sanksi kepada penyerang sayap andalannya itu selama prosesi perayaan berlangsung.
Kritik tajam muncul dari pemerintah Israel melalui pernyataan Menteri Pertahanan Israel Katz yang melayangkan tuduhan serius. Katz menilai tindakan Yamal identik dengan bentuk dukungan terhadap aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok militan Hamas di wilayah konflik tersebut.
Sebaliknya, masyarakat Palestina memberikan penghormatan tinggi atas dukungan sang pemain di tengah situasi perang. Mengutip laporan Roya News, sebuah mural besar kini menghiasi reruntuhan kamp pengungsi Shati di Kota Gaza sebagai simbol terima kasih kepada bintang Blaugrana tersebut.
Karya seni visual tersebut memperlihatkan sosok Lamine Yamal yang mengenakan jersei Barcelona sembari memegang bendera Palestina. Mural ini dikerjakan oleh seniman lokal Obay Kareem di lokasi yang merupakan bangunan terdampak serangan udara sebelumnya.
Kareem menjelaskan bahwa inisiatif pembuatan mural ini bertujuan untuk memberi tahu Yamal bahwa pesannya telah sampai kepada masyarakat yang terdampak konflik. Ia membagikan apresiasi tersebut melalui platform media sosial pribadinya.
"Pahlawan tidak hanya tercipta dengan bola; mereka tercipta dari sikap mereka. Di dinding Gaza yang terkepung, kami membalas penghormatan kepada Lamine Yamal, yang tidak pernah kehilangan arah," tulis Kareem, Seniman Palestina.
Penulis menyertakan pesan mendalam mengenai nilai perjuangan yang ditunjukkan oleh sang pemain melalui simbol negara tersebut. Mural ini dipandang sebagai bentuk ikatan emosional antara pemuda di Gaza dengan pesepak bola profesional internasional.
"Mural ini adalah pesan cinta dari pemuda Gaza kepada seorang bintang yang membawa perjuangan kami dengan tulus. Bangga padamu dan semua orang yang mengetahui nilai sebenarnya dari bendera ini," ujar Kareem, Seniman Palestina.
Keberadaan mural di dinding rumah sakit tersebut kini menjadi sorotan warga di kamp pengungsi Shati sebagai bentuk pengakuan atas dukungan terbuka sang pemain di panggung sepak bola Eropa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·